Prosesi Siraman Waranggono Hidupkan Lagi Keagungan Langen Tayub Tuban

Vian
Para Waranggono saat menjalani prosesi siraman atau wisuda di lokasi wisata budaya Pemandian Bektiharjo, ritual ini sempat vakum sejak covid melanda.

TUBAN, iNewsTuban.id - Sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur, puluhan waranggono di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjalani prosesi wisuda dan ritual sakral siraman waranggono. 

Tradisi kuno yang sempat vakum sejak 2019 ini kembali digelar dan langsung menyedot perhatian ratusan warga, tokoh masyarakat, hingga para pegiat seni budaya dari berbagai daerah di Tuban.

 

 

Sebagai bentuk pelestarian budaya, puluhan waranggono di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengikuti prosesi wisuda dan ritual siraman waranggono di kawasan wisata Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten setempat.

Siraman waranggono dikenal sebagai salah satu ritual budaya paling ikonik di Bumi Ronggolawe

Prosesi ini dimaknai sebagai doa permohonan keselamatan, kelancaran rezeki, serta penegasan tekad masyarakat untuk menjaga keberlangsungan seni tradisi Nusantara.

 

Dalam prosesi sakral tersebut, para waranggono tampil anggun mengenakan busana serba putih. Di kepala mereka, rangkaian bunga melati menambah kesan suci. 

Satu per satu mereka menjalani tahapan siraman mulai dari pembasuhan wajah, tangan, hingga kaki.

 

 

Siraman dilakukan oleh para sesepuh seni budaya yang dipercaya memiliki kharisma dan pemahaman mendalam tentang tradisi ini.

Tak hanya sekadar ritual, siraman ini juga menjadi momen wisuda bagi para waranggono.

Sebuah simbol pengukuhan peran mereka dalam menjaga seni tayub, sekaligus penghormatan atas kontribusinya dalam mempertahankan identitas budaya Tuban.

 

Setelah terakhir dilaksanakan pada 2018 atau 2019, tradisi siraman waranggono kini dihidupkan kembali. 

Kebangkitan ritual ini menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi seni langen tayub, serta mengenalkan Pemandian Bektiharjo sebagai destinasi Wisata Budaya unggulan di Kabupaten Tuban.

“ini siraman warangono ini adalah salah komitmet dari pemerintah kabupaten tuban. agar supaya kita bisa mengakomodir semua kebutuhan para pegiat seni budaya. kita diminta untuk uri rui budaya, kita melibatkan semua warangono asli tuban tapi yang di siraman ini perwakilan dari waranggono muda disiram untuk membersihkan hatinya supaya lebih bersih hati dan lancer,” ujar Moh. Emawan Putra, Kepala Disbudporapar Tuban.

 

 

Prosesi yang menghadirkan seluruh waranggono asli Tuban ini kembali menegaskan filosofi utamanya. Memohon berkah, keselamatan dan pembersihan diri sebelum kembali tampil menghibur masyarakat melalui Seni Tayub.

Dengan kembalinya tradisi ini, diharapkan Seni Tayub dan para waranggono semakin mendapatkan tempat terhormat serta menjadi daya tarik budaya yang memperkaya khazanah wisata Kabupaten Tuban.
 



Editor : Prayudianto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network