TUBAN, iNewsTuban.id - Viral di media social, diduga seorang oknum Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengamuk dan melakukan penganiayaan brutal terhadap empat karyawan SPBU.
Aksi kekerasan ini terekam jelas kamera cctv, diduga karena tak sabar saat mengantre bahan bakar minyak. Pelaku tak hanya mencekik, namun juga memukul korban secara membabi buta. Akibatnya, salah satu korban mengalami luka serius di bagian hidung.
Beginilah rekaman cctv berdurasi satu menit empat puluh empat detik. Rekaman ini memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan seorang oknum ASN di sebuah SPBU Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Peristiwa terjadi pada sabtu malam lalu. Dalam rekaman tersebut, oknum ASN yang diketahui merupakan pegawai Kecamatan setempat, tampak marah dan kehilangan kendali.
Pelaku menganiaya pegawai SPBU hanya karena tidak sabar diminta mengantre saat pengisian BBM.
Kejadian berawal pada sabtu (7/02/26) sekitar pukul 18.14 WIB. Pelaku berinisial J, datang mengendarai mobil warna hitam menggunakan kaos oranye.
Di dalam mobil, pelaku didampingi seorang penumpang yang juga diketahui merupakan pegawai Kecamatan Parengan.
Sesaat setelah berhenti di mesin pompa pertamax, terdapat satu sepeda motor yang tengah mengantre di depan kendaraan pelaku. Namun posisi mobil pelaku berada tidak sempurna di belakang antrean.
Tanpa peringatan, pelaku turun dari mobil dan langsung menghampiri operator SPBU bernama Ferdi. Saat itu Ferdi tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual.
Operator kemudian melayani sepeda motor yang sudah mengantre lebih dahulu. Namun tanpa disadari, pelaku mendadak menjambak rambut Ferdi dan memukulnya berulang kali.
Aksi tersebut dilihat oleh mandor SPBU bernama Ali Nasroh. Ali berusaha melerai dan menanyakan masalah. Namun belum sempat berbicara, pelaku justru memukul perut Ali Nasroh dengan keras.
Keributan ini mengundang perhatian operator lain bernama Prasojo. Saat berusaha melerai, Prasojo justru menjadi korban berikutnya.
Wajahnya dipukul hingga terjatuh dan mengalami pemukulan kedua di bagian hidung hingga darah mengalir deras.
Aksi brutal belum berhenti. Seorang tukang kebun SPBU bernama Riswadi yang berlari untuk melerai, juga menjadi sasaran amukan pelaku. Riswadi dipukul di bagian pipi kiri hingga mengalami pembengkakan.
Setelah melampiaskan amarahnya, pelaku tanpa rasa bersalah langsung masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan lokasi SPBU bersama seorang penumpang.
“kejadiannya bermula dari saya mengecek stok, stok minyak. jadi operator saya suruh nulis totalisator buat ngecek stok niku. ya penjualan berhenti sekitar 2 sampai 3 menit lah. kemudian kok ada ribut-ribut, jadi saya datang lihat untuk mempertanyakan perkaranya. tapi si pelaku moro-moro mukul itu, mas. tiba-tiba mukul itu . saya, terus satu, eh sama tiga operator. dua operator sama satu tukang kebun. tiga, eh empat. yang paling parah itu pak prasojo itu. infonya itu tulang hidungnya patah sama kakinya geser,” ungkap Ali Nasroh, salah satu korban.
Video kekerasan oknum ASN ini kemudian menyebar luas dan viral di media social. Kasusnya kini ditangani pihak Satreskrim Polres Tuban.
“pada saat itu, terlapor datang pada saat korban sedang melakukan pengecekan terhadap stok bbm. diduga dari hasil pantauan cctv, terlapor tidak sabar kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban pertama dengan inisial vpf. kemudian datanglah saksi kedua dengan inisial an untuk berusaha melerainya. namun, terlapor kemudian juga ikut memukul perut dan wajah dari hasil pantauan cctv. kemudian datang lagi saksi ketiga dengan inisial p, datang juga bermaksud untuk melerai, namun terlapor langsung memukuli dan menendang saksi p hingga saksi p jatuh terlontar. kemudian saksi korban terakhir yaitu adalah inisial r, datang bermaksud melerai, namun terlapor juga memukul wajah dari r. data dari kronologis yang kami sampaikan ini berdasarkan adalah pemeriksaan saksi-saksi dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh polsek. hari ini setelah diterima berkasnya, laporannya oleh polres, dan akan segera kami tindaklanjuti. kemudian juga kita akan melakukan peningkatan status dari tahap lidik ke penyidikan,” ujar ABP Bobby Wirawan Wicaksono, Kasatreskrim Polres Tuban.
ABP Bobby Wirawan Wicaksono, Kasatreskrim Polres Tuban.
Kini kasus dugaan penganiayaan tersebut telah resmi ditangani Satreskrim Polres Tuban. Polisi telah mengantongi bukti rekaman cctv dan memeriksa sejumlah saksi.
Sementara itu, para korban berharap pihak kepolisian segera mengamankan pelaku dan memberikan keadilan atas aksi kekerasan yang mereka alami.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
