get app
inews
Aa Text
Read Next : BRI Tuban Berbagi Kebahagiaan Idul Adha, 6 Ekor Hewan Kurban untuk Warga dan Instansi

Permintaan Songkok Batik Tradisional Tuban Jelang Lebaran Meningkat Tajam

Minggu, 08 Maret 2026 | 16:25 WIB
header img
Manaf Abdi saat melayani pelanggan di rumahnya, Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. (Foto: iNews Tuban).

TUBAN, iNewsTuban.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, permintaan atribut ibadah di Kabupaten Tuban mulai meningkat signifikan. Salah satunya adalah Songkok Tradisional khas Tuban, Jawa Timur. 

Antusiasme masyarakat yang ingin tampil lebih rapi dan baru saat momen silaturahmi lebaran, membuat sejumlah perajin rumahan kebanjiran pesanan. Bahkan, jumlah permintaan meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

Di sebuah rumah sederhana di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kesibukan terlihat jelas di kediaman Manaf Abdi.

 

 

Pria berusia 67 tahun ini berpacu dengan waktu menyelesaikan puluhan pesanan Songkok menjelang lebaran.

Sejak awal bulan Ramadan, pesanan terus mengalir dari berbagai wilayah di Tuban hingga luar kota. Dalam proses produksinya, Manaf tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh sang istri, Rasulinda.

Dalam sehari, pasangan ini mampu memproduksi sekitar 30 hingga 40 buah songkok tradisional. Keahlian Manaf dalam menjahit sudah tidak diragukan lagi. Keterampilan itu telah ia asah sejak masih duduk di bangku SMP.

 

Dengan tangan yang terlatih, Manaf hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk menyelesaikan satu buah Songkok hitam polos. Beragam varian Songkok diproduksi di rumah sederhana ini.

Mulai dari Songkok Bludru Hitam, Songkok full ac, hingga Songkok Batik khas Tuban. Menariknya, tahun ini Songkok Batik dengan sentuhan karakter menjadi primadona.

 

 

Perpaduan motif batik dan kain bludru halus memberikan kesan eksklusif namun tetap menjaga nilai tradisional.

Meski hanya usaha rumahan, Manaf tetap mengutamakan kualitas. Setiap produk diperiksa dengan teliti sebelum masuk ke tahap pengemasan.

Harganya pun terbilang terjangkau, mulai dari Rp. 30 ribu hingga Rp. 75 ribu tergantung jenis dan kualitas bahan yang digunakan.

 

“ini beli peci, songkok.  ini rencananya nanti untuk lebaran idul fitri ini. di sini ini produknya bagus, dipakainya enak, adem gitu di kepala. terus khas ini pakai batik tuban motifnya ini. harganya ya sama-sama rata-rata gitu. ya kalau butuh peci, kadang untuk teman juga, kadang nyarikan saudara gitu ya ke sini,” ujar Dion Fajar, pembeli asal Tuban.

Kualitas yang rapi serta harga yang bersahabat membuat banyak pelanggan merasa puas. Bahkan, produk Songkok buatan Manaf dinilai mampu bersaing dengan produk pabrik besar.

 

 

“alhamdulillah, mas. pesanan semakin meningkat kalau dibanding dengan tahun-tahun yang kemarin.pesanannya itu sudah hampir kurang lebih antara 60 sampai 70 kodi.dari lokal tuban dan ada juga dari luar kota. ya, toko itu dari keraton, kabupaten tuban, itu pesan ke kami. ya, kemudian bravo tuban, dan ada juga di siti mall, serta ada di sunan bonang. itu ada tiga, kalau... ya tiga tempat. itu ada jenisnya banyak, macam-macam. ada beludru, ada batik, ada beludru profil yang semacam ini, itu jarang dibuat oleh pengrajin songkok. insyaallah adem ayem tetap inovatif. harga itu tergantung. tergantung dari kualitas beludru dan kualitas bahan yang lainnya,” kata Manaf Abdi, pengrajin Songkok dan Udeng Adem Ayem.

Selain membuat Songkok, Manaf yang menekuni usaha ini sejak tahun 2017 juga memproduksi Udeng Khas Tuban.

Ketekunannya menjaga kerajinan tradisional ini kini berbuah manis, terutama di bulan Ramadan saat permintaan meningkat tajam.
 

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut