Kirab Kimsin 2026 di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Berlangsung Meriah, Dipadati Ribuan Warga
TUBAN, iNewsTuban.id - Ribuan bahkan puluhan ribu pengunjung memadati halaman Klenteng Kwan Sing Bio, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka datang untuk menyaksikan meriahnya festival kirab Kimsin Reuni 2026. Puluhan Rupang Dewa-Dewi dari berbagai daerah turut diarak dalam tradisi sakral sekaligus atraktif ini.
Suasana halaman Klenteng Kwan Sing Bio Tuban dipadati lebih dari 30 ribu pengunjung. Mereka tumpah ruah menyaksikan kirab Kimsin Reuni 2026 yang digelar meriah.

Kirab Kimsin merupakan tradisi sakral masyarakat Tionghoa, dengan mengarak patung Dewa-Dewi atau Rupang, sebagai bentuk penghormatan dan doa.
Festival diawali dengan ritual doa bersama, serta pelepasan hewan seperti burung dan penyu, yang dimaknai sebagai simbol pelepasan kehidupan dan penolak bala. Selanjutnya, puluhan Kimsin dipersiapkan untuk diarak mengelilingi area Klenteng.

Meski sempat direncanakan melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Tuban, namun kirab akhirnya hanya dilaksanakan di dalam area Klenteng karena terkendala perizinan. Padahal banyak warga yang sudah menunggu di jalan-jalan protokol di Kabupaten Tuban.
Meski demikian, antusiasme masyarakat tak surut. Peserta kirab datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Bojonegoro, Balikpapan, Purwodadi, hingga Jakarta, dengan membawa Kimsin masing-masing.

Tak hanya menjadi ajang budaya dan religi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan.
Sektor UMKM di sekitar Klenteng terbesar di Asia Tenggara ini disebut mampu meraup omzet hingga miliaran rupiah selama perhelatan berlangsung.

“iya, ini hari acara kirab di klenteng kwan sing bio, kirab ternyata yang hadir itu hampir 30.000. kan penuh, nggak bisa jalan tadi. kemarin kita survei, 2 hari dapat 2 milyar umkm-nya. ini yang berdampak positif terhadap kegiatan klenteng kwan sing bio. nah, harapan kedepan supaya klenteng kwan sing bio bisa lebih maju, saya sediakan acara setiap bulan adalah fang sheng. fang sheng itu melepas kehidupan, melepas burung, melepas penyu, melepas ikan kerapu, tolak bala,” ungkap Go Tjong Ping, Ketua Panitia Kirab Kimsin Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Sebagai penutup, pengunjung disuguhkan atraksi debus yang menegangkan dari peserta asal Semarang. Aksi ekstrem seperti kebal senjata tajam dan tusuk senjata tajam, menambah semarak sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan penonton yang masih bertahan hingga akhir acara.
Festival ini diharapkan terus menjadi agenda rutin, yang tak hanya menjaga tradisi, namun juga mendorong pariwisata dan perekonomian lokal.
Editor : Prayudianto