Menurutnya, dugaan pemerkosaan terhadap korban diperkuat dengan hasil forensik yang menemukan luka di kelamin korban serta adanya sperma.
"Fakta terbaru yang kami dapatkan, di mulut rahim ada bagian lecet, memar sampai ke mulut rahim bagian dalam. Indikasi (pemerkosaan) ini yang lebih bisa menjelaskannya penyidik atau tim dokter forensik," katanya.
Kasus pembunuhan Juwita ini kini ditangani oleh Denpomal Banjarmasin. Hingga saat ini, pihak Denpomal belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan penyelidikan.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait