Tradisi ini mulai ditinggalkan oleh wanita suku Mentawai yang sudah mengenal agama.
Agama yang dianut antara lain Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Islam. Meski demikian, ada beberapa dari mereka yang tetap menganut Sabulungan.
Maka bagi mereka yang masih menganut Sabulungan, diwajibkan melakukan tradisi kerik gigi ini untuk tetap melanjutkan tradisi dalam kepercayaan mereka.
Para wanita Suku Mentawai ini meyakini, jika tradisi kerik gigi akan menghindarkan seseorang dari enam sifat buruk manusia, atau biasa disebut “Sad Ripu”. Serta wanita yang telah melakukan tradisi tersebut diharapkan memiliki keteguhan dan kesabaran yang berlawanan dari enam sifat buruk manusia.
Itulah seputar tradisi kerik gigi di Kepulauan Mentawai yang sangat fenomenal.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
