“ya, kapal motor tanker abigail dari pelabuhan merak tujuan ke terminal pertamina patra niaga. kapal dalam keadaan kosong. kemarin kena ombak ya, jadi kena ombak 2 meter sehingga olah gerak terbatas. akhirnya kapal mengalami larat dan kandas di pantai panduri. seluruh kru dalam keadaan sehat dan selamat, ada 15 kru termasuk nakhoda. dan sampai dengan saat ini proses evakuasi akan kami lakukan ya semaksimal mungkin dan secepat mungkin, tapi mengingat kondisi cuaca yang sampai dengan tanggal 25 nanti masih setinggi 2 meter, kami akan menyesuaikan dengan tinggi gelombang. untuk kandasnya? ya, untuk kandasnya sekitaran 600 meter. sekitaran 600 meter dari bibir pantai. nah, untuk proses evakuasi tetap kita laksanakan, sudah kita rapatkan ya, sudah kita rapatkan. kita memakai sistem tarik ya, di-towing dengan dua kapal tunda dengan kekuatan mesin 4.000 hp (horsepower) dikali dua,” ungkap Boby Mulya Kusuma, Koordinator KSOP Wilker Jenu.
Hingga saat ini proses penanganan dan evakuasi kapal tanker MT Abigail W terus dipersiapkan oleh pihak terkait.
Evakuasi akan dilakukan menggunakan kapal tunda dengan sistem Tarik, menyesuaikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang laut.
Meski kapal mengalami kandas, namun dalam kejadian ini dipastikan tidak terdapat korban jiwa, kerugian material, maupun pencemaran lingkungan.
Pihak KSOP mengimbau seluruh aktivitas pelayaran di Perairan Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca buruk masih berlangsung dengan gelombang laut mencapai dua meter dan angin kencang.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
