Sementara, dari beberapa titik lokasi di Kota Bukittinggi, aktivitas erupsi Marapi juga terlihat, dengan kondisi langit yang sempat tertutup tipis abu vulkanik.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) di Bukittinggi, Ahmad Rifandi, mengatakan erupsi tersebut tercatat melalui alat seismograf meski kolom abu tidak teramati langsung dari pos pengamatan.
“Kami dari Badan Geologi, PVMBG, Pos PGA Marapi mencatat pada tanggal 25 Januari 2026 pukul 14.32 terjadi erupsi dengan amplitudo 27,5 milimeter dan durasi gempa 28 detik. Ketinggian kolom tidak teramati dari pos, namun laporan tim di lapangan menunjukkan abu turun di wilayah Batusangkar dan Tanah Datar,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan seismik, getaran letusan tercatat dengan amplitudo maksimum 27,5 milimeter dan durasi sekitar 28 detik.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
