Pihak keluarga mengaku sangat terpukul, terutama karena mereka mengetahui kabar duka ini lebih awal melalui media sosial dan rekan korban, bukan melalui saluran resmi satuan. Paman korban, Bujang Juarman, menyebut tindakan para pelaku sangat biadab dan di luar batas kemanusiaan.
"Tindakan para pelaku ini sangat berlebihan. Apalagi dilakukan saat korban sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kami tidak bisa menerima ini," ujar Bujang Juarman, Minggu (1/3/2026).
Kehilangan anggota keluarga yang baru memulai karier militernya ini membuat pihak keluarga melayangkan tuntutan tegas. Mereka meminta agar seluruh oknum yang terlibat tidak hanya dihukum penjara seberat-beratnya, tetapi juga dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari kedinasan TNI AL.
Keluarga berharap Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) memberikan perhatian khusus pada kasus ini agar tradisi kekerasan berbalut orientasi tidak lagi memakan korban di masa depan.
Hingga saat ini, pihak Koarmada I dilaporkan tengah melakukan penyelidikan intensif terhadap para oknum yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
