Luapan Sungai Rendam Rumah dan Mushola di Desa Sumurgung Tuban

Vian
Banjir kiriman dari hulu perbukitan kapur yang mulai merendam jembatan di Sungai Bongkol, tampak dari rekaman cctv.

TUBAN, iNewsTuban.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat salah satu desa di terjang banjir kiriman dari perbukitan kapur. Luapan air sungai yang melintasi tengah desa meluber hingga ke jalan poros dan rumah warga

Bahkan, sebuah mushola juga ikut terendam air setinggi satu meter, membuat warga tidak bisa menunaikan salat isya dan tarawih.

 

 

Inilah rekaman video amatir yang diabadikan warga saat banjir kiriman mulai masuk ke permukiman Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, tepat saat warga bersiap-siap akan berbuka puasa. Air berwarna cokelat keruh mendadak meluap dari sungai yang membelah desa. Mengetahui debit air terus naik, warga segera mengamankan barang-barang berharga dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Sebagian warga terlihat berjaga di atas jembatan desa. Mereka berupaya membersihkan sampah dan ranting yang terbawa arus agar tidak menyumbat aliran sungai.

Tak hanya menggenangi jalan poros desa, luapan air juga masuk ke dalam rumah-rumah warga dan sebuah mushola. Tempat ibadah yang biasanya dipenuhi jamaah saat ramadan itu pun terendam air setinggi satu meter. Akibatnya, warga tidak dapat melaksanakan salat isya dan tarawih secara berjamaah.

 

 

Ketinggian air mencapai puncaknya sekitar satu meter pada pukul 18.00 WIB. Beruntung, beberapa jam kemudian air mulai berangsur surut.

Namun banjir meninggalkan lumpur dan sampah di dalam rumah dan mushola. Setelah debit air menurun, warga bergotong royong membersihkan mushola agar dapat segera difungsikan kembali untuk ibadah.

“waktu magrib. pas waktu magrib. tapi sebelum magrib itu sudah siap-siap. iya, waktu buka (puasa), iya, masuk rumah, ya musala, ya pokoknya setiap yang rendah-rendah itu pasti kena. soalnya dari sebelah utara sudah ada... ada yang bikin bendungan biar nggak kebanjiran gitu, jadi lambat airnya. jalannya lambat. masuk musala. menunggu bersihnya entar jam berapa nanti. satu meteran tadi,” ujar Arkan, warga.

Desa Sumurgung memang dikenal sebagai daerah langganan banjir. Setiap kali curah hujan tinggi mengguyur perbukitan kapur di sekitarnya, air kiriman dari hulu sering meluap dan merendam permukiman warga.

Warga berharap ada penanganan lebih lanjut untuk mengantisipasi banjir kiriman agar kejadian serupa tidak terus berulang, terutama di bulan suci Ramadan.

 



Editor : Prayudianto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network