Salah seorang warga, Ahmad Nawawi, mengungkapkan bahwa isu ini sebenarnya sudah lama terdengar, namun warga merasa terintimidasi untuk melapor.
"Kami sebagai warga merasa resah, dengan berkedok pondok pesantren melakukan hal yang sangat memalukan. Sebenarnya kami sudah sering mendengar isu tersebut, tapi kami selalu diancam balik oleh pihak pondok pesantren," ujar Ahmad Nawawi di lokasi aksi.
Dalam tuntutannya, ribuan demonstran mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan penahanan terhadap kiai yang menjadi terduga pelaku.
Meski situasi panas, aksi tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa pihak pengurus yayasan berjanji akan memulangkan seluruh santri putri ke rumah masing-masing dalam waktu tiga hari.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
