TUBAN, iNewsTuban.id - Geram gegara pemukiman dipenuhi debu pekat hasil penambangan semen, puluhan emak-emak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nekat menghentikan paksa operasional alat berat milik pabrik semen. Aksi nekat yang berlangsung hingga malam hari ini sempat diwarnai ketegangan, bahkan warga kembali kecewa lantaran audiensi buntu.
Tak tahan dengan polusi debu, puluhan emak-emak di Dusun Ngetuk, Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nekat menghentikan aktivitas tambang milik Semen Indonesia pabrik Tuban.
Aksi nekat warga yang didominasi perempuan ini dilakukan dengan menghalau setiap alat berat yang hendak beroperasi. Bahkan sejumlah emak-emak tampak menaiki kendaraan petugas keamanan untuk melampiaskan amarah mereka.
Amarah warga dipicu oleh kondisi debu putih pekat hasil penambangan bahan semen yang merangsek masuk ke pemukiman. Jarak tambang yang hanya berkisar 200 meter dari perumahan, membuat debu tertiup angin kencang dan menyebabkan warga mengalami sesak napas.
Setelah aksi blokade berlangsung sejak pukul lima sore hingga sembilan malam, warga akhirnya membubarkan diri dengan jaminan audiensi.
Dalam audiensi dengan pihak perusahaan, warga menuntut perbaikan operasional tambang agar debu tak lagi menyerang pemukiman. Selain itu, warga juga menuntut kompensasi serta prioritas lapangan kerja bagi masyarakat local.
“mulanya, ini mas ya, saya berkoordinasi dengan pihak si mengenai istilahnya masuknya debu di area permukiman warga, mas ya. ini sudah berulang-ulang kali saya telepon, saya wa, ternyata entah direspons atau enggak, nyatanya debu masih berkeliaran, sampai warga setempat ini beraksi ke quary. tutup blok quarry,” ungkap Sugeng, warga setempat.
Sayangnya, audiensi belum membuahkan hasil. Perwakilan perusahaan belum bisa mengambil keputusan lantaran jajaran pimpinan sedang liburan.
Tuntutan warga akan disampaikan ke pimpinan dan audiensi susulan akan kembali digelar setelah ada keputusan resmi.
Penyampaian tersebutpun memicu kekecewaan warga. Warga mengancam jika tuntutanya tak dipenuhi mereka akan menggelar aksi lebih besar lagi. Hingga berita ini ditulis, pihak PT SIG belum memberikan keterangan resmi kepada awak media di Tuban.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
