TUBAN, iNewsTuban.id - Seorang pria berusia tiga puluh tahun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumah kakaknya. Sebelumnya, korban sempat mengaku tengah mengalami masalah keluarga. Bahkan, menurut keterangan istrinya, korban mengaku takut akan dijadikan tumbal oleh mertuanya.
Seorang pria berinisial AW (30) warga Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumah kakaknya, pada siang hari. Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 15.20 WIB.
Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat datang ke rumah kakaknya, Dartik, sekitar pukul 14.00 siang. Kepada kakaknya, korban disebut mengatakan ingin menenangkan diri, karena tengah mengalami permasalahan keluarga.
Setelah sempat berbincang, Dartik kemudian meninggalkan korban untuk memasak di dapur. Naas, sekitar satu jam kemudian, anak Dartik bernama Satria Bagus Permana, menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tamu.
Warga dan pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polresta Tuban bersama tim medis dan Inafis, langsung melakukan pemeriksaan di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bekas jeratan pada leher korban, serta tidak ditemukan tanda-tanda luka lain pada tubuh korban.
“ada jeratan di leher korban dan mengeluarkan kotoran, serta tidak ditemukan luka yang lain. jadi dugaan sementara menurut saksi, saudara siti yang merupakan istri korban, korban merasa ketakutan atau stres karena akan dijadikan tumbal oleh mertuanya yang lama menderita sakit,” ujar Iptu Mokhamad Iksan, Kasi Humas Polresta Tuban,
Sementara itu, terkait penyebab korban mengakhiri hidup, pihak kepolisian masih menggali keterangan dari para saksi.
Dari keterangan kakak korban, AW disebut tengah mengalami permasalahan keluarga, sedangkan dari keterangan istri korban, Siti Asih Ernawati, AW disebut mengalami ketakutan dan stres saat berada di rumah.
Korban bahkan disebut mengaku takut akan dijadikan tumbal oleh mertuanya, yang diketahui telah lama menderita sakit.
Namun, keterangan tersebut masih menjadi bagian dari informasi yang dihimpun dari para saksi, dan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait latar belakang peristiwa tersebut.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
