get app
inews
Aa Text
Read Next : Tembus Luar Negeri, Keripik Daun Jati Renyah Gurih dan Pedas

Gurih Renyah, Cuan Krupuk Lembang yang Legendaris

Selasa, 09 Mei 2023 | 07:11 WIB
header img
Karyawan saat menggoreng Krupuk Lembang yang gurih, renyah dan legendaris itu.

TUBAN, iNewsTuban.id - Seorang lulusan sekolah dasar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sukses menggeluti usaha produksi Krupuk Lembang. Berkat kerja kerasnya selama 30 tahun, krupuk dengan citarasa renyah-gurih itu mendatangkan cuan jutaan rupiah per-hari. Tak hanya menjadi mata pencarian pribadi, krupuk lembang tersebut juga mampu menghidupi belasan karyawan.

 

Bangunan tua di tepi Jalur Nasional Pantura Daendels, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban itu tidak nampak istimewa. Seperti rumah usaha pada umumnya, setiap sudut ruangan dipenuhi peralatan kerja produksi Krupuk Lembang.

 

Namun siapa sangka, tempat produksi krupuk uyel ini menjadi saksi perjuangan dan kerja keras Rasiman, dalam membangun usaha. Dimulai sejak tahun 1993, Rasiman muda yang awalnya kerja serabutan, diajari sang ayah cara membuat krupuk rambak secara manual.

Waktu berjalan, Rasiman mengembangkan usahanya sendiri dengan memproduksi Krupuk lembang, yang lebih banyak diminati masyarakat sekitar. Berkat kerja kerasnya, produksi krupuk yang awalnya manual, terus berkembang hingga kini menggunakan mesin pencetak.

 

Dibantu 14 karyawan dan 2 mesin pencetak, pria 60 tahun ini mampu memproduksi 4 kuintal bahan atau sekitar 80 ribu krupuk per-hari. Seluruh hasil produksi tidak perlu dipasarkan susah payah, karena akan diambil pedagang krupuk keliling.

 

Selanjutnya, Krupuk Lembang akan dikirim ke pelanggan masing-masing yang didominasi rumah-rumah dan warung makan. Harga dipatok cukup murah yaitu Rp. 170 per-biji krupuk.

“krupuk uyel tapi biasa disebut juga krupuk lembang, usaha ini sejak 1993, awalnya kerja serabutan lalu diajari orang tua membuat krupuk, lalu buka sendiri hingga berkembang sekarang,” ujar Rasiman, produsen krupuk.

 

Krupuk uyel cukup banyak diminati masyarakat Kabupaten Tuban. Rasanya yang khas renyah-gurih cocok dijadikan pelengkap lauk untuk makan.

 

“dijual ke area Merakurak dan Semanding, dijual rata-rata ke rumah-rumah karena diecer, banyak yang suka, enaknya renyah, cocok buat lauk amkan, rasanya gurih,” kata Latif, pedagang krupuk keliling.

Tak hanya mendatangkan cuan untuk pribadi, krupuk uyel ini juga menjadi gantungan mata pencarian sebanyak 14 karyawan. Mereka dibayar harian antara Rp. 65.000 sampai Rp. 75.000 per-hari, bergantung kerumitan pekerjaan.

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut