Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Tuban Berbagi Kebahagiaan Idul Adha, 6 Ekor Hewan Kurban untuk Warga dan Instansi
Advertisement . Scroll to see content

Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Jagung di Tuban Lebih Memilih Panen Dini

Minggu, 26 Mei 2024 | 07:57 WIB
  • author Vian
Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani Jagung di Tuban Lebih Memilih Panen Dini
Petani saat memotong tanaman jagungnya, karena gagal panen akibat kekeringan dan tidak turunnya hujan dalam dua bulan terakhir.

Normalnya satu kilogram jagung kering dikisaran harga Rp. 5.000 perkilogram, namun kini hanya berada dikisaran Rp. 4.100 perkilogramnya.

 

 
“karena endak ada hujan, sudah dua bulan tidak hujan. setengah bulan seharusnya panen, ini karena kering ya dipanen. harga jagung merosot sekitar Rp 4100, hasil panen pun ikut merosot. kalo bagus ladang ini bisa dua ton kini cuma lima kwintal saja, semuanya gagal panen hujannya endak ada. harapannya harga jagung stabil karena biaya pupuk mahal dan pupuk sulit,” ujar Nuryanti, petani jagung setempat.
 
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah di perbukitan kapur Kabupaten Tuban, hektaran tanaman jagung di lahan tadah hujan ini mengering dan terancam gagal panen kalau tidak dipanen dini.

 

Editor: Prayudianto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut