Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Umat Hindu di Ubud Bali Gelar Tawur Agung Kesanga Jelang Nyepi
Advertisement . Scroll to see content

Hindu dan Budha Hidup Berdampingan Penuh Damai Saat Pramodhawardani Jadi Ratu Pertama Mataram Kuno

Rabu, 23 Oktober 2024 | 07:45 WIB
  • author Donatus Nador
Hindu dan Budha Hidup Berdampingan Penuh Damai Saat Pramodhawardani Jadi Ratu Pertama Mataram Kuno
Sosok Pramodhawardani Raja Perempuan Pertama Kerajaan Mataram Kuno

Bahkan, ia turut menyumbang pembangunan candi-candhi Buddha tersebut, termasuk di wilayah Plaosan, dekat Prambanan (kini perbatasan antara Yogyakarta dan Kabupaten Klaten). 

 

Candi-candi di Plaosan yang diperuntukkan bagi pemeluk Buddha didirikan secara gotong-royong antara para penganut agama Buddha dengan orang-orang beragama Hindu. 

 

Situasi ini menunjukkan betapa padu dan damainya pemeluk dua agama berbeda di bawah naungan Pramodhawardani sebagai Ratu Mataram (Kuno) saat itu. 

 

Pada tahun 842 M, dia mengeluarkan sebuah prasasti, yang sekarang disebut Prasasti Tri Tepusan/Sri Kahulunan. Prasasti mengisahkan bahwa Maharatu menganugerahkan tanah di desa Tri Tepusan untuk pemeliharaan sebuah bangunan suci bernama Kamulan I Bhumisambhara, atau tempat asal muasal Bhumishambara. J.G. de Casparis, seorang epigraf dari Belanda, mengartikan nama bangunan tersebut sebagai nama asli Borobudur.

Editor: Prayudianto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut