Sejumlah Rumah Warga Rusak Akibat Gempa Sumenep dan Pulau Sapudi
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif bawah laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," katanya.
BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 7,35° LS dan 114,22° BT, atau sekitar 58 km tenggara Sumenep dengan kedalaman 12 km.
Berdasarkan laporan intensitas, guncangan terkuat dirasakan di Pulau Sapudi dengan skala V–VI MMI. Sementara itu, wilayah Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya merasakan skala III–IV MMI.
Daerah lain yang turut merasakan gempa antara lain Tuban, Denpasar, dan Gianyar dengan skala III MMI. Guncangan juga terdeteksi di Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi, hingga Lombok dan Malang dengan skala II–III MMI.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 00.29 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 4 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,4," kata Daryono.
Editor : Prayudianto