get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Perselingkuhan Hilda, Istri Prajurit TNI, dengan Pratu Risal, Video 8 Menit ini Viral

Ngaku Jadi Dirjen, Oknum Pegawai Kementan Pungli PEtani Terkait Alat Mesin Pertanian

Jum'at, 28 November 2025 | 15:39 WIB
header img
Ilustrasi pemberian bantuan alsintan kepada petani. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA, iNewsTuban.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap modus pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) kepada petani terkait pemberian alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat di 99 titik di berbagai daerah.

Amran menjelaskan, praktik pungli tersebut diketahui berdasarkan laporan dari kanal Lapor Pak Amran.

“Ini lapor Pak Amran membuahkan hasil. Aku tidak sanggup melihat kalau ada orang yang saya tindak. Itu tidak mudah. Tapi harus kami tindak,” ucap Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025).

Dia menerangkan, berdasarkan laporan yang masuk di kanal Lapor Pak Amran, seorang pegawai Kementan mengaku sebagai Direktur Jenderal Tanaman Pangan atau pun pengusaha.

Staf tersebut meminta uang kepada petani yang ingin memperoleh traktor. Oknum pegawai tersebut dilaporkan mengutip uang dari masyakarat yang ingin mengakses bantuan traktor, dengan nominal Rp50-100 juta per alat.

“Ada pungutan Rp50 juta sampai Rp100 juta per traktor. Satu titik bahkan mencapai Rp600 juta. Ini tidak manusiawi. Bantuan pemerintah itu gratis untuk rakyat,” tuturnya.

Amran menjelaskan, setelah dirinya menerima laporan, dia segera memanggil staf yang diduga melakukan pungli. Kemudian, oknum pegawai tersebut mengaku telah melakukan pelanggaran. 

Tidak hanya itu, pihak lainnya termasuk pihak eksternal Kementan yang diduga terlibat juga akan terus dikejar.

“Yang pegawai kementerian langsung saya berhentikan hari ini. Dia mengaku Dirjen di lapangan, padahal staf. Saya tanya, dia mengaku, katanya khilaf. Ini pidana. Tidak ada kompromi,” ucapya.

Amran menegaskan, seluruh bukti sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum, termasuk bukti transaksi. Tindak lanjut hukum akan dilakukan segera untuk memastikan jaringan pungli ini tuntas diusut.

“Kami tidak akan biarkan satu pun lolos. Aku kejar. Ini uang negara, uang rakyat. Petani sudah cukup susah, jangan diperas lagi,” kata dia.

Dia kembali menegaskan bahwa semua program bantuan pemerintah, tidak dipungut biaya, termasuk traktor dan alat mesin pertanian lainnya, bantuan benih, bantuan bibit tanaman perkebunan (kakao, lada, mente, pala, tebu, dan lainnya), dan program bantuan lain yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Semua bantuan itu gratis. Kalau ada yang minta bayar, laporkan. Laporkan ke Lapor Pak Amran. Kami monitor langsung,” tuturnya.

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut