Ratusan Lampion Merah Hiasi Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Jelang Imlek 2577 Kongzili
Namun, menurut kepercayaan terdapat beberapa shio yang mengalami Ciong atau kurang beruntung di tahun ini, di antaranya shio kuda, ayam, tikus, kelinci dan kerbau.
Untuk menetralisirnya, umat biasanya melakukan Ritual Ciswak, seperti melepas burung, ikan, atau penyu, serta menyiapkan sajian khusus sebagai simbol penolak bala.

“lampion yang dipasang sekitar 200-an. 200 pastinya saya masih lihat, 200-an yang sudah dipasang untuk tahun ini. tahun ini kuda api, shio kuda api. maknanya membawa keberanian, semangat tinggi, dan dorongan untuk bergerak maju dengan optimis. yang pasti yang ciong-nya itu kuda, shio kuda, ayam, tikus, kelinci, sama kerbau. selain shio-shio itu yang beruntung, ya. kita biasanya untuk menghilangkan sial itu kita sebutnya dengan ciswak. ciswak itu bisa macam-macam, bisa lepas burung, lepas ikan juga bisa, lepas penyu bisa. atau mungkin kadang ada sajian di sini itu untuk ciswak, ada kayak bandeng, daging babi, telur bebek, ada beras sama kacang hijau itu juga bisa untuk menghilangkan kesialan. lampion ini sumbangan dari beberapa umat kita dari luar kota. surabaya ada, sekitar yang pulau jawa ada, yang di luar pulau jawa juga ada. untuk apa ya, untuk rezeki, menarik rezeki, untuk kesejahteraan. biasanya mereka percaya dengan itu nanti rezekinya lebih berlimpah,” kata Liana, Staff karyawan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.
Persiapan Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio tak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, namun juga wujud kebersamaan dan pelestarian budaya.
Perayaan Tahun Baru Imlek diharapkan membawa harapan baru, serta semangat positif bagi seluruh masyarakat.

Editor : Prayudianto