Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Niat Cari Ikan, Petani di Tuban Tewas Tersengat Listrik
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap Modus Perundungan Terstruktur di SMP Tuban, Korban Dipaksa Bertarung Lalu Dikeroyok

Selasa, 21 April 2026 | 07:57 WIB
  • author Vian
Terungkap Modus Perundungan Terstruktur di SMP Tuban, Korban Dipaksa Bertarung Lalu Dikeroyok
Aksi pembullyan yang dilakukan sekolompok siswa SMP di Tuban yang viral di media sosial, korban sempat dirawat di rumah sakit, kini mendapatkan pendampingan psikis dari LBH Koalisi Perempuan Ronggolawe.

TUBAN, iNewsTuban.id - Kasus perundungan yang menimpa siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini terungkap ke publik. 

Peristiwa ini bukan sekadar aksi kekerasan biasa, namun diduga terstruktur dengan modus memaksa korban untuk saling berkelahi, sebelum akhirnya dianiaya secara bersama-sama.

 

 

Rekaman video amatir yang viral di media sosial menjadi bukti kuat adanya aksi kekerasan terhadap siswa smp di Tuban, Jawa Timur.

Dari hasil penelusuran, terungkap fakta bahwa setidaknya tiga siswa menjadi korban oleh kelompok pelaku yang sama.

Kejadian bermula saat seorang korban yang masih duduk di kelas 7 dipanggil secara paksa oleh enam orang pelaku, yang didominasi siswa kelas 9.

 

Setibanya di lokasi, korban dipaksa untuk berkelahi dengan temannya sendiri, sebagai ajang hiburan.

Namun saat korban menolak, para pelaku langsung bertindak kasar. Mereka mengeroyok korban secara bersama-sama tanpa perlawanan.

 

 

Korban yang dikenal pendiam hanya bisa pasrah, hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan pundak.

Akibat kekerasan tersebut, korban sempat tak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ironisnya, setelah kejadian para pelaku diduga mengancam korban agar mengaku terbentur pintu atau sakit, demi menutupi luka yang dialami.

Berdasarkan petunjuk dari video yang beredar, Lembaga Bantuan Hukum Koalisi Perempuan Ronggolawe (LBH KPR) langsung mendatangi rumah korban.

 

Dari hasil pendampingan, terungkap bahwa kekerasan ini telah terjadi lebih dari sekali. Total terdapat 3 siswa yang diduga menjadi korban dari enam pelaku yang sama.

Saat ini, kuasa hukum tengah mengupayakan pemulihan psikologis korban. Mengingat trauma yang dialami cukup berat, bahkan korban kerap merasa takut saat hendak tidur di malam hari.

“ada tiga (korban), kemudian kami melakukan advokasi di anak yang teraniaya di akhir ini, yang dilakukan oleh teman satu sekolahnya sendiri. pengakuan korban yang sedang kami dampingi, anak tersebut diminta untuk datang, kemudian akan diadu sesama teman, akan tetapi tidak mau. kemudian karena dia tidak mau dipaksa dan dianiaya oleh teman-temannya yang berjumlah enam orang itu. korban sempat mengalami kekerasan yang sangat berat sampai tidak sadarkan diri. kondisinya saat ini kalau kita lihat secara fisik sudah mulai membaik, tapi terkait dengan kondisi psikisnya mengalami kekerasan psikis yang sangat berat,” ujar Suwarti, pendamping hukum korban pembullyan.

 


Suwarti, pendamping hukum korban pembullyan dari Koalisi Perempuan Ronggolawe.

 

Sementara itu dari pengakuan kuasa hukum korban usai mendatangi sekolah, pihak sekolah mengaku masih melakukan pendampingan antara pelaku dan korban.

 

Editor: Prayudianto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut