Forum Konsultasi Publik, ini Inovasi Puskemas Sumurgung Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat
TUBAN, iNewsTuban.id - UOBF Puskemas Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang mengundang berbagai lintas sektor.
Kegiatan yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali tersebut juga bagian penggalangan komitmen lintas sektor. Selain itu, juga dalam mendukung pembangunan zona integritas di wilayah kerja Puskemas Sumurgung.
Kepala Puskesmas Sumurgung, dr Dian Ambarsari mengatakan, meski Puskemas Sumurgung memiliki deretan inovasi, tetapi kegiatan FKP terus dilaksanakan setiap tribulan sekali. Tujuannya, guna meningkatkan partisipasi masyarakat dan lintas sektor. Terutama, dalam perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pelayanan kesehatan di puskesmas.

"Kegiatan pertemuan yang mengundang lintas sektor ini juga bagian dari wadah komunikasi dua arah antara puskesmas, masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan. Serta sektor terkait untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan kebutuhan pelayanan kesehatan," ujar dr Dian Ambarsari, Kepala Puskemas Sumurgung, kepada awak media.
Menurut Dian, FKP ini juga bagian mengevaluasi mutu pelayanan publik puskesmas. Termasuk akses layanan, kepuasan masyarakat, inovasi pelayanan dan penanganan pengaduan. Selanjutnya, juga mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan pelayanan yang dihadapi di wilayah kerja puskesmas secara bersama-sama.
"Melalui giat ini kami juga membangun komitmen dan dukungan lintas sektor dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Tujuannya yaitu menyinergikan program kesehatan dengan program lintas sektor agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan," bebernya.
Kedepan dia berharap, kegiatan forum ini bisa menjalin kerja sama yang kuat antara Puskesmas, masyarakat dan lintas sektor. Hasilnya bisa membangun budaya kolaborasi, keterbukaan dan tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat serta isu strategis kesehatan.
Selain itu, juga bisa meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas. Tetapi, yang paling penting yakni akan terhimpun saran, kritik, dan solusi konstruktif untuk perbaikan mutu pelayanan kesehatan. Semua itu demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, ramah, inklusif, dan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat.
"Giat FKP juga bisa mendukung tercapainya indikator kinerja Puskesmas serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan pelayanan prima," imbuh dr Dian.

Sementara itu, Pj Inovasi Puskemas Sumurgung, drg Triyana Rochmawati menjelaskan, pelayanan kesehatan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Puskesmas Sumurgung menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang bertujuan meningkatkan akses, kenyamanan, kecepatan, dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah "PAK EDI CAKEP". Yaitu Paket Edukasi Digital calon pengantin, masa kehamilan dan persalinan. Inovasi ini sebuah pelayanan yang berfokus pada peningkatan efektivitas dan kemudahan akses. Serta informasi edukatif kepada masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih cepat, tepat.dan responsif. Terutama, terhadap kebutuhan pasien dan keluarga calon pengantin, ibu hamil dan bersalin.
"Inovasi ini mendapatkan juara harapan 3 lomba inovasi pelayanan publik di Dinkes P2KB Tahun 2025," kata drg Triyana.
Ia melanjutkan, di Puskemas Sumurgung juga ada inovasi DOKGIMAS PENTING, yang artinya dokter gigi puskesmas peduli pencegahan dan penanganan stunting.
Inovasi tentu mendukung peningkatan isu strategis nasional dalam penanganan stunting. Yaitu melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pelayanan gigi pada ibu hamil dan balita.

Program ini menjadi upaya puskesmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Terlebih, pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini sebagai gerbang pertama masuknya nutrisi ke tubuh sehingga secara tidak langsung berdampak pada pencegahan stunting.
"Inovasi ini mendapatkan juara harapan 1 lomba inovasi pelayanan publik di Dinkes P2KB Tahun 2023," paparnya.
Selanjutnya, pada pelayanan program penyakit menular, Puskesmas Sumurgung juga menghadirkan inovasi "DARLING TB". Inovasi ini sebagai bentuk penguatan pelayanan dan pendampingan pasien tuberkulosis.
Melalui inovasi ini, petugas kesehatan berupaya meningkatkan kepatuhan pengobatan, memperluas penjangkauan pasien. Serta memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan TB.
"Inovasi ini mengantarkan puskesmas sumurgung dalam pencapaian TPT, yaitu terapi pencegahan tuberkulosis terbaik di Kabupaten Tuban sejak 2024 hingga sekarang," tambahnya.

Sementara itu, inovasi "ANTRI KOMPAS" menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan. Inovasi ini berupa sistem antrian yang memberikan prioritas bagi pasien yanh mendapat kompensasi layanan. Terutama, untuk pasien poli khusus yakni penyakit menular TB, HIV, kusta, serta persalinan dan penyandang disabilitas.
"Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih nyaman,efisien dan cepa," kata drg Triyana.
Selanjutnya, inovasi terkait pembangunan zona integritas adalah pojok anti pungli dan gratifikasi di Puskesmas Sumurgung. Inovasi ini disebut Polisi Masgung.
Melalui inovasi ini Puskemas Sumurgung membuktikan diri komitmennya terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
"Banyak inovasi yang telah dikembangkan, maka Puskesmas Sumurgung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Disisi lain, Plt Camat Palang, Kapitano Gunawan memberikan, apresiasi kepada Puskesmas Sumurgung yang telah melahirkan berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan masyarakat. Diharapkan, inovasi yang dilahirkan tersebut semakin memudahkan masyarakat untuk menikmati pelayanan yang ada di Puskemas Sumurgung.
"Semoga inovasinya memberikan manfaat untuk masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik linta sektor ini telah dihadiri Plt Camat Palang, Kapitano Gunawan YW, Kapolsek Palang, AKP Wakhid Nurcahyo, Danramil Palang, Kepala KUA, TKSK dan Kepala Desa di Kecamatan Palang.
Selain itu, tokoh masyarakat yang hadir diantaranya, Muslimat, Aisiyah, Kader Kesehatan, Pasien TB, Pasien HIV dan jejaring klinik Muhammadiyah Panyuran.
Editor: Prayudianto