Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Oleng Usai Tabrak Pejalan Kaki di Tuban, Pemuda Tewas Terjepit di Kolong Avanza
Advertisement . Scroll to see content

Tidak Ada Hujan dan Angin, Atap Sekolah Dasar di Tuban Tiba-tiba Runtuh

Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:50 WIB
  • author Vian
Tidak Ada Hujan dan Angin, Atap Sekolah Dasar di Tuban Tiba-tiba Runtuh
Atap SD Negeri 3 Kutorejo yang runtuh, reruntuhan tampak berserakan di lantai 2 sekolah tersebut, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut karena seluruh siswa sudah pulang saat kejadian.

TUBAN, iNewsTuban.id - Warga dan pihak sekolah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dikejutkan dengan runtuhnya atap gedung Sekolah Dasar Negeri Tiga Kutorejo. Meski terjadi tanpa hujan maupun angin kencang, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena seluruh siswa dan guru sudah pulang saat kejadian berlangsung.

Atap ruang kelas lima dan enam di lantai dua SD Negeri Tiga Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendadak runtuh.

Material atap dan rangka bangunan ambruk hingga menimpa bagian lantai dasar. Suara runtuhan yang cukup keras sempat mengejutkan warga di sekitar lokasi sekolah. Saat kejadian seluruh siswa sudah pulang sejak siang hari.

 

 

Sementara para guru juga telah meninggalkan sekolah sekitar pukul dua siang. Informasi runtuhnya atap baru diketahui setelah seorang wali murid yang menghubungi pihak sekolah.

Akibat kejadian ini, dua ruang kelas tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, proses pembelajaran tetap berlangsung dengan sistem bergantian untuk memaksimalkan ruang kelas yang masih aman digunakan.

 

Kelas satu, dua dan tiga masuk pada pagi hari. Sedangkan kelas empat dan lima mengikuti pembelajaran pada siang hari. Adapun siswa kelas enam sementara diliburkan karena telah menyelesaikan ujian dan tinggal menunggu kegiatan perpisahan.

“untuk saat ini kan ulangan. karena ada kejadian ini, maka yang awalnya masuk pagi semua, itu kita gilir. jadi kelas satu, dua, tiga itu masuk pagi, kemudian kelas empat, lima kita masukkan siang setelah anak-anak kelas satu, dua, tiga pulang. kelas enam ini sementara kita liburkan karena sudah selesai,” ujar Siti Ekta Budianti, Plt Kepala Sekolah.

 

 

Sementara itu, untuk mencegah resiko susulan, area bangunan yang runtuh telah dipasang garis pembatas dan tidak boleh diakses siswa maupun guru.

Pihak sekolah berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan aman bagi seluruh siswa.
 

Editor: Prayudianto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut