Antisipasi Bencana Laut, BPBD Tuban Gelar Simulasi Penanganan Kebocoran Pipa Minyak Lepas Pantai
TUBAN, iNewsTuban.id - Ratusan warga mendadak berlari menyelamatkan diri saat sirene darurat berbunyi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Suasana panik ini ternyata merupakan bagian dari simulasi penanganan kebocoran pipa minyak untuk menguji kesiapsiagaan petugas dan masyarakat.
Beginilah suasana pagi di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang tiba-tiba mendadak dipenuhi ratusan warga yang bergegas mengungsi. Kepanikan ini merupakan bagian dari simulasi penanganan darurat akibat skenario kebocoran pipa minyak di kawasan pesisir.

Sebanyak 450 personel gabungan mengikuti Wetdrill Command Post Exercise yang digelar BPBD Kabupaten Tuban bersama Pertamina EP Sukowati. Latihan ini melibatkan berbagai unsure, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah, TNI – Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, hingga Destana Karangagung.
Dalam simulasi tersebut, digambarkan terjadi kebocoran pipa minyak yang mengakibatkan pencemaran di perairan dan berdampak pada masyarakat sekitar. Seluruh personel kemudian melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk mengevakuasi warga menuju lokasi pengungsian sementara sebelum dipindahkan ke tempat evakuasi akhir di tempat pelelangan ikan Desa Karangagung.

Desa Karangagung dipilih sebagai lokasi simulasi karena menjadi jalur dua pipa minya yaitu pipa milik Pertamina EP Sukowati dan Exxonmobil yang terhubung menuju fasilitas lepas pantai.
Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji mengatakan, latihan ini bertujuan menguji kesiapan personel, peralatan, serta sistem komando apabila sewaktu-waktu terjadi kegagalan teknologi di kawasan operasional Migas.

“ya, hari ini kita bekerja sama dengan pertamina ep sukowati. kami melaksanakan wetdrill command post exercise, atau latihan yang tingkatannya sudah tingkatan mengerahkan peralatan, mengerahkan massa, mengerahkan personel, dan mengerahkan semua skpdb (satuan komando penanganan darurat bencana). nah, tahun ini, tahun 2026 ini, memang kita setting latihan ini, simulasi kegagalan teknologi ini adalah menangani pencemaran di perairan. sehingga ini didesain skenarionya ini seakan-akan terjadi kebocoran pipa. kemudian kita lakukan penanganan oleh seluruh tim skpdb, melibatkan masyarakat, dan nanti sampai ada pengungsian,” ungkap Sudarmaji, Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban.
Melalui simulasi ini, seluruh unsur penanggulangan bencana diharapkan semakin siap, sehingga apabila terjadi keadaan darurat yang sebenarnya, penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, serta mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Editor: Prayudianto