Saat pertama kali ditemukan, kondisi bangkai lumba-lumba tersebut sangat memprihatinkan.
Tubuhnya sudah membengkak, mengeluarkan bau menyengat, serta terlihat sejumlah bagian tubuh mengalami luka dan kulit terkelupas.
Warga menduga luka itu akibat terbentur karang saat terbawa arus.
Warga menyebut, dalam beberapa hari terakhir, perairan Laut Utara Tuban sedang dilanda cuaca buruk dan ombak besar.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan anak lumba-lumba ini tersapu ombak, terpisah dari kawanannya, hingga akhirnya terdampar di bibir pantai dalam keadaan mati.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
