Tak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kondisi darurat, mulai dari cara melindungi diri saat gempa bumi di dalam ruangan, teknik pertolongan pertama pada korban henti jantung, hingga penanganan awal pada korban patah tulang.
Ketua SRPB Tuban, Pipiet Wibawanto mengatakan, sosialisasi dan juga SPAB tersebut sangat penting untuk ditanamkan kepada siswa sekolah sejak dini, untuk bekal jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Sedangkan Kabupaten Tuban merupakan merupakan salah satu daerah rawan bencana, baik di laut, di darat, dan juga udara. Artinya Tuban punya kontur tanah, kontur alam yang memiliki risiko bencana, dan hal tersebut merupakan fokus perhatian relawan SRPB di Kabupaten Tuban.
“ini merupakan kegiatan sosialisasi atau kegiatan srpb jatim terkait satuan pendidikan aman bencana. jadi sasaran kita adalah siswa sekolah, stakeholder, dan juga teman-teman relawan komunitas yang ada di kabupaten tuban, komunitas relawan ya. artinya ini sangat penting karena ilmu yang kita berikan kepada siswa smp negeri 3 dan juga al-uswah dan juga nurul hayat, ini kan sangat penting untuk bekal jika sewaktu-waktu terjadi bencana dan tuban merupakan, kalau menurut kami, daerah yang rawan bencana, baik di laut, di darat, dan juga udara,” ucap Pipiet Wibawanto, Ketua SRPB Tuban..
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
