SRPB Jatim dan Tuban Sosialisasi SPAB Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Undang Siswa Sekolah di Tuban

Vian
SRPB Jatim dan SRPB Tuban mengadakan kegiatan Arisan Ilmu Nol Rupiah dan sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana yang melibatkan siswa sekolah dan komunitas relawan dan komunitas sosial di ruang Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Tuban, sabtu (31/01).

Pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mempraktikkan setiap instruksi dari fasilitator dari SRPB Jatim. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang aman dan tangguh terhadap bencana.

Koordinator SPAB SRPB Jawa Timur, Dini Prastyo Wijayanti mengungkapkan, kegiatan SPAB tersebut mengambil tema yaitu sosialisasi SPAB untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana untuk mengurangi risiko bencana. Kegiatan SPAB menjadi konsen penting karena memang peserta didik biasanya menjadi korban yang paling banyak pada satuan pendidikan, jadi tidak hanya informal namun juga sekolah informal juga.

 

 

“kebetulan di hari ini, tuban sebagai penyelenggara acara dengan mengambil tema yaitu sosialisasi spab untuk mewujudkan satuan pendidikan aman bencana untuk mengurangi risiko bencana. nah, dalam hal ini mengapa menjadi konsen penting karena memang peserta didik biasanya menjadi korban yang paling banyak pada satuan pendidikan. jadi tidak hanya informal saja, tetapi juga sekolah informal juga. nah, harapannya dengan adanya sosialisasi ini diharapkan fasilitator daerah mampu memberikan pelatihan dan melalui dinas pendidikan juga dihimbau ke selain dinas pendidikan juga pentahelix tadi yang sudah disampaikan bisa mewujudkan satuan pendidikan aman bencana terutama di kabupaten tuban. dan semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah khazanah keilmuan untuk guru, pendidik, tenaga kependidikan dan juga relawan juga. kebetulan dihadiri oleh peserta didik,” ungkap Dini Prastyo Wijayanti kepada awak media di ruang Paripurna, Gedung DPRD Tuban.

Melalui sosialisasi tersebut, fasilitator daerah diharapkan mampu melanjutkan pelatihan serupa secara berkelanjutan. Harapannya, pengetahuan kebencanaan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah, sehingga seluruh warga sekolah lebih siap menghadapi situasi darurat kapan pun terjadi.

Editor : Prayudianto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network