TUBAN, iNewsTuban.id - Lagi dan lagi dunia pendidikan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tercoreng. Sebuah video perundungan siswa sekolah menengah pertama kembali viral di media social.
Dengan tanpa rasa takut para terduga pelaku melancarkan pukulan dan tendangan ke arah korban. Peristiwa ini pun menuai kecaman luas dari masyarakat.
Beginilah detik-detik aksi perundungan yang terekam kamera ponsel dan mengguncang media social. Dalam video berdurasi 18 detik ini, seorang siswa tak berdaya menjadi sasaran kekerasan. Korban yang terdesak hanya bisa menahan sakit.
Sementara para pelaku yang diduga merupakan kakak kelasnya bergantian melayangkan pukulan. Tak hanya itu, tendangan keras juga mengarah ke bagian dada dan kepala korban.
Ironisnya aksi kekerasan ini terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para siswa untuk belajar dan tumbuh.
Perundungan ini diketahui terjadi di salah satu SMP di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Korban berinisial DE siswa kelas tujuh. Sedangkan terduga pelaku MA dan MY merupakan siswa kelas Sembilan.
Peristiwa ini terjadi pada 7 maret 2026 lalu, saat suasana ujian tengah semester berlangsung. Namun rekaman video baru muncul dan menjadi viral pada 17 april 2026.
Kini kasus ini dalam penanganan Polres Tuban. Pihak kepolisian telah mendatangi sekolah dan pihak terkait untuk mendalami kasus ini.
“terkait viralnya kasus perundungan terhadap salah satu siswa yang ada di salah satu sekolah yang ada di tuban, dari pihak kepolisian langsung melaksanakan penyelidikan terkait dugaan perundungan tersebut. sesuai dengan video yang beredar, itu terjadi di sekolah salah satu setingkat smp. kejadian sekira tanggal 7 maret 2026, sekira pukul 09.30. namun baru diketahui lewat beredarnya video pada tanggal 17 april 2026. kronologi perundungannya. masih dari satreskrim polres tuban unit ppa melaksanakan penyelidikan,” ujar Iptu Siswanto, Kasi Humas Polres Tuban.
Kasus ini kembali menjadi tambahan kelam dalam dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman, justru berubah menjadi ruang penuh ketakutan. Masyarakat pun menanti langkah tegas, agar kekerasan serupa tak lagi terjadi.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
