Menurut Ferry, saat aksi berlangsung, EN diduga sengaja mempercepat laju angkot agar teriakan korban tidak terdengar warga sekitar.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah video penumpang perempuan melompat dari angkot yang sedang melaju viral di media sosial. Dalam rekaman itu, korban terlihat panik menyelamatkan diri saat pelaku mengacungkan parang di dalam kendaraan.
Peristiwa terjadi ketika sejumlah penumpang perempuan menaiki angkot Morina 81 untuk beraktivitas. Saat melintas di kawasan Mabar, SLS tiba-tiba mengeluarkan parang dan mengancam korban.
Korban kemudian dipaksa menyerahkan handphone dan barang berharga. Dalam kondisi panik, beberapa korban memilih melompat dari angkot demi menyelamatkan diri.
Akibat kejadian itu, Julia Pratiwi kehilangan satu unit handphone dan mengalami luka lecet. Erika Hasibuan kehilangan dua handphone serta mengalami luka serius berupa patah tiga gigi dan luka di kepala setelah didorong keluar dari kendaraan.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
