Pengukuhan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Tuban dan Launching GARFA
Tuban, iNewsTuban.id –Semangat baru menggelora di tubuh Fatayat NU Kabupaten Tuban. Pada Sabtu, jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Tuban resmi dikukuhkan untuk masa khidmat 2025–2029, 2025-2029. Serta launching GARFA (Garda Fatayat) dan Majlis Taklim Fatayat NU se Kabupaten Tuban. Bertempat di Pendopo Kridho Manunggal Tuban, prosesi pelantikan berlangsung khidmat namun penuh semangat pemberdayaan.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur, Siti Maulidah, M.Pd. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen perempuan muda NU dalam menjalankan peran strategis di tengah masyarakat.

Sejumlah tokoh penting turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono, Wakil Bupati Kediri Hj. Dewi Mariya Ulfa,S.T., anggota DPRD Jawa Timur Fauzan Fuadi, S.I,Kom.,M. Med.Kom., Ketua PCNU Tuban KH. Ahmad Damanhuri beserta sekretaris dan bendahara, ketua BPP IAINU Tuban sekaligus sekretaris PCNU Kab. Tuban KH. Miftahul Asror, S.Pd.I.,M.Pd., Kepala Kemenag Tuban HJ. Umi Kulsum,S.Ag, M.Pd.I., Ketua Komisi IV DPRD Kab. Tuban Ibu Sri Rahayu, S.Pd,. Fraksi PKB Kab. Tuban Hj. Mutafarida, S.Pd dan Bp. Matdasim, ketua PC Muslimat NU Tuban Hj. Siti Mserta perwakilan anggita banom NU lainnya..
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuban menyampaikan harapannya agar Fatayat NU mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong peran perempuan di sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi perempuan dan program-program prioritas pemerintah.

“Fatayat NU bukan sekadar organisasi sosial keagamaan, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi besar dalam pembangunan daerah,” tegas Joko.
Senada dengan itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Siti Maulidah, mendorong para pengurus yang baru dilantik agar tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berani melahirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Fatayat NU harus terus istiqomah dalam berkhidmat kepada NU. Bersinergi dengan pemerintah daerah menjadi bentuk nyata kontribusi perempuan NU dalam membangun peradaban,” ujarnya.

Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, tetapi merupakan tonggak awal untuk membangun langkah nyata dalam mewujudkan visi organisasi. Selain menjadi ajang pelantikan, kegiatan ini juga dimaknai sebagai sarana mempererat hubungan antar kader Fatayat dari tingkat ranting hingga kabupaten.
Kebersamaan, dedikasi, dan semangat kolaboratif menjadi energi utama untuk menggerakkan organisasi ke arah yang lebih progresif dan berdampak luas. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Fatayat NU dituntut untuk hadir sebagai pelopor perubahan tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam isu-isu sosial, pendidikan, dan ekonomi perempuan. Masa khidmat 2025–2029, 2025-2028 menjadi momentum untuk memperluas dampak gerakan Fatayat NU secara lebih inklusif, responsif, dan solutif.

Editor : Prayudianto