Viral MC Musik Dangdut Dikeroyok, Ungkap Sempat Tersangkut di Pohon dan Terus Dihajar
TUBAN, iNewsTuban.id - Kasus pengeroyokan terhadap seorang pemandu acara atau MC musik dangdut di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini memasuki babak baru. Setelah sempat viral di media social, korban kini resmi melanjutkan laporannya ke Polres Tuban.
Meski sempat ada upaya permintaan maaf dari pihak keluarga terduga pelaku, korban tetap memilih jalur hukum demi keadilan dan efek jera.
Kasus pengeroyokan terhadap seorang pemandu acara atau MC musik dangdut di Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pekan lalu, kini memasuki babak baru.

Setelah sempat viral di media sosial, korban akhirnya resmi melanjutkan laporannya ke Polres Tuban. Meski sempat ada upaya permintaan maaf dari pihak keluarga terduga pelaku, korban tetap memilih jalur hukum demi keadilan dan efek jera.
Korban pengeroyokan, Andi Dwi Sapto, yang berprofesi sebagai pemandu acara atau MC musik dangdut, kini telah pulih dari luka-luka yang dialaminya.
Rabu pagi (7/1) korban mendatangi Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan terkait peristiwa pengeroyokan yang menimpa dirinya.
Insiden kekerasan tersebut terjadi saat korban menyetop acara hiburan dangdut karena sudah melewati batas waktu dan dinilai tidak kondusif. Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan tuan rumah dan perangkat desa setempat.

Namun, saat korban kembali naik ke atas panggung untuk menyampaikan pemberitahuan kepada penonton, tiba-tiba salah satu penonton melakukan pemukulan.
Korban terjatuh di tepi panggung dan tersangkut di pohon yang berada di sekitar lokasi acara.
Dalam kondisi tak berdaya, korban mengaku mengalami pukulan dan tendangan dari beberapa orang.
Korban tidak dapat mengenali seluruh pelaku karena posisinya saat itu sudah terlentang dan dalam keadaan kesakitan.
Meski keluarga terduga pelaku sempat menyampaikan permintaan maaf, korban menegaskan tetap melanjutkan proses hokum, langkah ini diambil sebagai bentuk pembelajaran agar kekerasan dalam bentuk apapun tidak terulang kembali, khususnya terhadap para seniman dan pekerja hiburan.
“sebaiknya dibubarkan jam 11:00 ya. tidak kondusif melihat kondisinya di atas panggung sudah nggak terkontrol. setelah koordinasi sama tuan rumah, oke mas, nggak apa-apa. nah, setelah itu saya naik panggung lagi. saya naik panggung lagi, saya sampaikan kepada penonton semuanya, tiba-tiba nggak tahu yudha langsung mukul saya. saya terjatuh, ngglebak mas. posisi saya di pinggir panggung. saya terjatuh, saya tersangkut di pohon. posisi terlentang gitu. posisi seperti itu terus saya dipukulin lagi sama yudha dkk,” ujar Andik Dwi Sapto, korban pengeroyokan.

Korban menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Editor : Prayudianto