Diduga Diterjang Ombak Besar, Anak Lumba-lumba Ditemukan Mati Dipinggir Pantai
TUBAN, iNewsTuban.id - Warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan bangkai satwa laut yang terdampar di tepi pantai.
Bangkai yang diduga anak lumba-lumba tersebut di temukan dalam kondisi membusuk, diduga terbawa arus dan ombak besar yang melanda kawasan Laut Utara Tuban beberapa hari terakhir.
Inilah rekaman video amatir warga saat menemukan bangkai satwa laut di Perairan Utara Tuban.

Lokasi penemuan berada di Dusun Jembel, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Bangkai satwa ini memiliki panjang sekitar satu meter dan diyakini warga sebagai anak lumba-lumba.
Saat pertama kali ditemukan, kondisi bangkai lumba-lumba tersebut sangat memprihatinkan.
Tubuhnya sudah membengkak, mengeluarkan bau menyengat, serta terlihat sejumlah bagian tubuh mengalami luka dan kulit terkelupas.
Warga menduga luka itu akibat terbentur karang saat terbawa arus.

Warga menyebut, dalam beberapa hari terakhir, perairan Laut Utara Tuban sedang dilanda cuaca buruk dan ombak besar.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan anak lumba-lumba ini tersapu ombak, terpisah dari kawanannya, hingga akhirnya terdampar di bibir pantai dalam keadaan mati.
Menurut keterangan warga setempat, ini merupakan kejadian pertama kali ditemukannya bangkai lumba-lumba di lokasi tersebut.
Meski sebelumnya, pernah di temukan seekor paus terdampar, namun masih dalam kondisi hidup.

”awalnya itu ada anak kecil dua main-main di laut, terus melihat ada bangkai ikan, ternyata dilihat itu ikan lumba-lumba. posisinya masih bayi dan ukurannya itu sekitar 1 meter lah. 1 meter, terus dibawa ke sini terus dilihat ternyata sudah membusuk sampai perutnya itu sudah keluar semua, terus baunya juga sudah menyengat. sekitar jam... ketemu anak-anak itu sekitar jam 16:30-an. nah, sekitar jam segitu. oh, sudah membusuk sekitar 3 harian, 3 hari lebih kayaknya. kalau yang di mulutnya itu bekas luka, lukanya itu kayak kulitnya kayak mengelupas gitu. terus ada luka di bagian kepalanya. kalau itu kurang tahu, cuma terdamparnya di sini mungkin karena ada ombak besar, cuaca ya. oh, kalau dulu kalau untuk jenis lumba-lumba belum ada, tapi kalau untuk paus itu pernah,” ungkap Mukhlis, Ketua RT.
Karena dikhawatirkan baunya mengganggu aktivitas warga. Bangkai anak lumba-lumba tersebut akhirnya dikembalikan ke tengah laut oleh warga sekitar.
Editor : Prayudianto