get app
inews
Aa Text
Read Next : Jejak Wali Songo Menyebarkan Agama Islam, ada Masjid Sunan Kalijaga di Gunungkidul

Ketika Tempat Ibadah Jadi Markas Konspirasi Kaum Munafik, ini Kisah Masjid Dhirar Dibakar

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:30 WIB
header img
Masjid Dhirar saat zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ternyata menjadi sarang konspirasi kaum munafik akhirnya dibakar. Foto: Ilustrasi/Freepik

"Nabi SAW, yang selalu berbaik sangka, tidak menolak namun meminta waktu. "Kami sedang dalam perjalanan perang. Jika kami kembali, insya Allah kami akan mendatanginya."

Ketika Perang Tabuk usai dan Nabi SAW dalam perjalanan pulang menuju Madinah, tepatnya di sebuah tempat bernama Dzu Awan, langit memberikan jawaban. Allah Ta'ala tidak membiarkan Nabi-Nya terjebak dalam tipu muslihat tersebut.

Malaikat Jibril turun membawa Surah At-Taubah ayat 107:

"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (dhiraran), untuk kekafiran, untuk memecah belah antara orang-orang mukmin, serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu..."

Ayat ini dengan sangat gamblang menyebutkan empat tujuan jahat mereka yakni

1. Dhiraran: Menimbulkan bahaya bagi umat Islam.
2. Kufran: Menjadi pusat kekafiran.
3.Tafriqan: Memecah belah persatuan kaum mukminin.Irshadan:
4. Menjadi pos pantau bagi musuh (Abu Amir).

Begitu mengetahui niat busuk tersebut, Rasulullah SAW bertindak tegas. Beliau tidak ingin ada "duri dalam daging" di Madinah. Beliau segera memanggil beberapa sahabat, di antaranya Ashim bin Adi dan Malik bin ad-Dukhsyum.Perintah Nabi sangat jelas dan keras: "Pergilah kalian ke bangunan yang pemiliknya zalim ini, hancurkan dan bakarlah!"

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut