Ketika Tempat Ibadah Jadi Markas Konspirasi Kaum Munafik, ini Kisah Masjid Dhirar Dibakar
Kedua sahabat itu berlari menuju lokasi. Malik mengambil pelepah kurma yang dibakar dan mereka segera menyerbu bangunan tersebut. Saat itu, orang-orang di dalamnya sedang berkumpul. Bangunan itu dibakar dan diratakan dengan tanah.
Sisa-sisanya kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah, agar tidak ada lagi kemuliaan yang tersisa bagi tempat yang dibangun di atas dasar pengkhianatan.
Melalui peristiwa ini, Allah mengajarkan perbedaan antara Masjid Quba yang dibangun atas dasar takwa dan Masjid Dhirar yang dibangun atas dasar keraguan dan makar.
Jadi suatu amal, meskipun tampak suci seperti membangun masjid, jika niat di baliknya adalah untuk menghancurkan agama dari dalam atau memecah belah umat, maka amal tersebut tidak bernilai di mata Allah.
Hingga kini, istilah "Masjid Dhirar" sering digunakan sebagai metafora bagi institusi atau gerakan yang mengatasnamakan agama namun sebenarnya bertujuan untuk merusak tatanan umat dan menebar fitnah.
Editor : Prayudianto