Tradisi Bagi-bagi Saat Lebaran, Jasa Tukar Uang Pecahan Baru di Tuban Ramai
TUBAN, iNewsTuban.id - Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jasa penukaran uang pecahan baru mulai menjamur di sejumlah titik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lapak penukaran uang dadakan terlihat ramai di sepanjang Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Diponegoro.
Meski dikenakan biaya tambahan, warga tetap memanfaatkan jasa ini untuk menyiapkan uang pecahan yang akan dibagikan saat lebaran, karena keterbatasan saat tukar uang baru di Bank.

Menjelang hari raya Idul Fitri, lapak penukaran uang pecahan baru mulai bermunculan di sejumlah titik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Diponegoro.
Para penyedia jasa menawarkan berbagai pecahan uang baru, mulai dari dua ribu rupiah, lima ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah.
Kehadiran jasa penukaran uang ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menyiapkan uang pecahan untuk dibagikan kepada anak-anak saat lebaran.

Meski harus membayar biaya tambahan, banyak warga tetap memanfaatkan jasa ini karena dinilai lebih praktis dibandingkan harus mengantre di bank atau mendaftar melalui layanan penukaran resmi.
“saya sudah buka sekitar sepuluh hari. sehari bisa melayani sekitar sepuluh sampai lima belas orang. biasanya orang menukar dari tiga ratus ribu sampai satu juta rupiah. yang paling banyak diminati pecahan lima ribu dan dua ribu rupiah. tarif tambahannya mulai lima belas ribu hingga delapan belas ribu per seratus ribunya,” ungkap Aseng, penyedia jasa tukar uang baru.
Dengan bermodalkan meja dan kursi sederhana, para penyedia jasa menawarkan uang pecahan kepada pengendara yang melintas.

Bisnis musiman ini biasanya mulai ramai sejak pertengahan ramadan dan akan mencapai puncaknya menjelang hari raya Idul Fitri.
“saya menukar seratus ribu rupiah jadi pecahan lima ribu untuk dibagikan ke anak-anak saat lebaran. ada biaya tambahan delapan belas ribu. kemarin saya coba daftar lewat aplikasi bi pintar tapi tidak bisa masuk, jadi akhirnya tukar di sini,” ujar Salam, warga.
Para penyedia jasa memperkirakan jumlah warga yang menukar uang akan terus meningkat menjelang hari raya Idul Fitri, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru untuk tradisi berbagi saat lebaran.

Editor : Prayudianto