Warga Tuban Antre Berjam-jam Akibat Kelangkaan LPG 3 Kilogram
TUBAN, iNewsTuban.id - Kelangkaan gas LPG 3 kilogram terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Warga terpaksa mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas bersubsidi untuk kebutuhan memasak. Kondisi ini sudah berlangsung selama hampir satu pekan dan mulai mengganggu aktivitas rumah tangga.
Antrean panjang terlihat di salah satu pangkalan LPG di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Karangsari, Kabupaten Tuban. Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram.

Kelangkaan gas melon ini disebut warga telah terjadi selama hampir satu pecan. Akibatnya aktivitas rumah tangga terganggu, bahkan sebagian warga mengaku kesulitan untuk memasak.
Tidak hanya langka, harga elpiji di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan. Jika di pangkalan resmi dijual sekitar Rp 18 ribu per tabung, di sejumlah tempat harga bisa mencapai 23 hingga Rp 25 ribu perbiji.
Warga mengaku harus mengantre sejak pagi namun belum tentu mendapatkan tabung gas elpiji tiga kilogram ini.

“ini lagi antre lpg, lagi langka. terus eh gimana solusinya bisa normal? kan kasihan sama warga-warga yang rumah tangga yang gak punya apa... lpg. kelangkaannya sudah mau satu minggu. ini aku antre sampai pagi sampai sekarang belum... belum ada. jam delapan tadi, kan jam sembilan datang. ternyata sampai sekarang belum... belum dapat. terus gimana pemerintah eh... bisa... apa normal ya gitu... lpg butuh... untuk masak, butuh... untuk warung-warung gitu loh, kasihan. delapan belas. delapan belas kalau di sini. tapi langka. iya langka, langkanya ya dari pusat. iya. tempat lain ya orang banyak kan ya lain-lain harganya. ada yang dua tiga (23 ribu), ada yang dua lima (25 ribu). gitu. yang lainnya gak tahu. yang tahu saya itu dua tiga, dua lima,” ungkap Juarti, warga .
Tidak hanya ibu-ibu, kaum laki-laki juga terlihat ikut mengantre demi mendapatkan gas LPG.

“jam 8 sampai sekarang. ya sangat sulit gas. sekitar 5, 4 hari.ya ke toko-toko apa itu, madura ya di semanding itu, tapi jarang ya dapat. iya, iya. ya harapannya kalau bisa lancar ya lancar, gimana ya caranya pemerintah bisa lancar normal kayak biasanya. enggak pernah, saya sempat diantar, ini setiap satu minggu dua kali mengantar ini, saya kalau 20 kadang 15, gitu. tapi sekarang 2 saja sudah kesulitan,” kata Safi’i.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi LPG 3 kilogram. Mengingat gas bersubsidi ini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat kecil, terutama untuk keperluan rumah tangga dan usaha kecil.
Kelangkaan yang berlarut-larut dikhawatirkan akan memicu keresahan di tengah masyarakat jika tidak segera ditangani.

Editor : Prayudianto