get app
inews
Aa Text
Read Next : Geger! Kepulan Asap Putih Selimuti Permukiman Warga Tuban

Geram Janji Tak Kunjung Ditepati, Ratusan Pedagang dan Tukang Becak Sunan Bonang Geruduk DPRD Tuban

Rabu, 03 Juni 2026 | 08:35 WIB
header img
Ratusan Pedagang dan Tukang Becak Sunan Bonang saat menggelar aksi di depan Kantor DPRD Tuban.

TUBAN, iNewsTuban.id - Ratusan pedagang dan sopir becak menggelar aksi di Kantor DPRD Tuban, Jawa Timur, untuk menagih janji pemerintah daerah terkait penertiban shuttle liar di kawasan Wisata Religi Sunan Bonang.

Mereka menilai keberadaan angkutan liar tersebut telah menyebabkan pendapatan pedagang dan tukang becak terus menurun. Dalam aksi ini, massa membawa foto pejabat hingga keranda mayat sebagai bentuk protes atas janji yang belum direalisasikan. 

Ratusan pedagang dan sopir becak yang beraktivitas di kawasan Parkir Wisata Religi Sunan Bonang Tuban, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Tuban.

 

 

Massa berangkat dari area parkir wisata dan melakukan long march menuju kantor DPRD Tuban. Sejumlah peserta aksi mengendarai becak sambil membawa poster berisi foto pejabat daerah yang dinilai tidak menepati janji.

Setibanya di depan gedung DPRD, mereka menggelar aksi simbolis dengan menabur bunga dan memanjatkan doa di depan keranda mayat.

Aksi tersebut menjadi ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi.

Salah satu pedagang, Teguh Suwandi mengatakan aksi ini dilakukan untuk menagih kesepakatan yang telah dibuat bersama pemerintah daerah tiga bulan lalu.

 

 

“terkait janji dari dinas, yang beberapa waktu lalu kita aksi di pemkab. tapi ternyata kita dikhianati oleh dinas, makanya kita menagih janji lagi datang ke dewan sini untuk memohon kepada dewan untuk membantu kita menagih janji tersebut. intinya ada empat tuntutan, tapi yang pasti dua ya. jadi, penghapusan shuttle dan penertiban bentor. ya, untuk yang satunya lagi ada becak tetap jadi akomodasi angkutan wisata,” ungkap Teguh Suwandi, pedagang parkir Sunan Bonang Tuban.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah menertibkan shuttle liar yang beroperasi di kawasan Tundung Musuh, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang.

Keberadaan shuttle tersebut disebut membuat bus pariwisata tidak masuk ke area parkir resmi Sunan Bonang. Akibatnya, pendapatan pedagang dan tukang becak yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut terus menurun. Meski sempat dijanjikan akan ditertibkan, hingga kini shuttle liar itu masih beroperasi.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Tuban, Siswanto, menyatakan pihaknya telah menyiapkan draf rekomendasi sebagai upaya mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

 

 

“inti dari kedatangan teman-teman, itu kan sebetulnya hanya mau menagih janji dan komitmennya yang pernah di sampaikan oleh bapak-bapak eksekutif,  terkait keberadaan pkl. ini meminta jaminan dari pemerintah semua bus yang menuju ziarah ke makam sunan bonang, parkirnya hanya satu, yaitu di parkiran kebonsari. kedua, bentor tertibkan karena mengganggu pejalan kaki,” ujar Siswanto, anggota DPRD Tuban.

Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menuntaskan polemik transportasi dan penataan kawasan Wisata Religi Sunan Bonang, sehingga aktivitas ekonomi pedagang dan sopir becak dapat kembali berjalan normal.

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut