Ruang Literasi Terbuka di Senori, Tuban, Rayakan Kemerdekaan RI ke 81 lewat Tadarus Puisi
Kehadiran sosok Muhamad Ulil Arham di tengah audiens turut menambah kedalaman perspektif dalam acara ini. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang membumikan sastra tersebut.
"Kegiatan ini sangat inspiratif karena mampu membawa sastra keluar dari ruang-ruang eksklusif dan menyapa masyarakat secara langsung. Melihat warga yang spontan mampir untuk ikut membacakan puisi membuktikan bahwa kecintaan terhadap literasi di desa sangatlah besar. Melalui 'Tadarus Puisi', kita diingatkan kembali bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus terus dijaga dan dimaknai," ujar Muhamad Ulil Arham.
Puncak keheningan dan perenungan terjadi saat Gus Muiz tampil ke atas panggung. Ia membacakan karya terbarunya, "Siapakah Aku", sebuah puisi yang berhasil memukau sekaligus mengajak para hadirin melakukan dialektika batin.

Sesuai dengan narasi besar acara bahwa "Puisi adalah do'a, kemerdekaan adalah amanah", pembacaan karya tersebut menjadi penutup yang reflektif sekaligus peneguh semangat kebangsaan bagi seluruh peserta.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi generasi muda di Senori untuk terus merawat tradisi intelektual, memperkuat budaya baca-tulis, serta memaknai arti kemerdekaan melalui ekspresi seni yang bermartabat.
Editor: Prayudianto