Debit Sungai Menyusut, Warga Dua Desa di Tuban Mulai Kesulitan Air
BPBD Kabupaten Tuban telah melakukan dropping air bersih ke dua wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah menurunnya ketersediaan air.
Menurut BPBD Kabupaten Tuban, hasil koordinasi dengan bmkg menunjukkan musim kemarau tahun ini diperkirakan mundur. Curah hujan dalam tiga hingga empat bulan ke depan diprediksi masih sangat sedikit.
“memang melihat trennya kemarau di tahun 2026 ini dipastikan mungkin diprediksi akan mengalami mundur. antara 3 sampai 4 bulan ke depan ini mungkin curah hujannya masih sangat sedikit, kami perlu mengantisipasi. terutama ada dua yang akan kita lakukan mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan, nanti akan kita libatkan teman-teman perhutani, kami juga sedang mengantisipasi untuk melakukan dropping air kepada desa-desa yang mengalami kebutuhan air bersihnya kurang,” ujar Sudarmaji, Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban.
BPBD memastikan, dropping air bersih akan terus dilakukan jika kebutuhan warga meningkat. Desa-desa lain yang mulai mengalami kesulitan air juga akan menjadi perhatian.
Di tengah ancaman musim kering yang lebih panjang, masyarakat diimbau bijak menggunakan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.
Editor : Prayudianto