Kenalkan Sistem Akademik, PBAK STAI Senori Tuban Siapkan Generasi Religius dan Adaptif
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang untuk mengembangkan keilmuan, kreativitas, jejaring, dan kontribusi kepada masyarakat. Namun, kemajuan teknologi harus tetap dibingkai dengan nilai-nilai agama dan akhlak,” pesan Dr. Yusuf dalam kegiatan tersebut.
PBAK sebagai Titik Awal Perjalanan Akademik
Bagi STAI Senori Tuban, PBAK memiliki posisi strategis dalam membangun karakter mahasiswa sejak awal. Pengenalan lingkungan akademik menjadi bagian dari proses mempertemukan mahasiswa baru dengan kultur perguruan tinggi, tradisi keilmuan, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi identitas institusi.
Sebanyak 205 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 menjadi bagian dari generasi baru STAI Senori Tuban yang akan menjalani proses pendidikan di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Di sinilah PBAK tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Ia menjadi titik awal pembentukan ekosistem mahasiswa yang akademis, religius, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Melalui tema “Digital Transformation: Building a Religious Culture of Digitalization”, STAI Senori Tuban ingin menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan nilai keagamaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Sebaliknya, keduanya dapat dipertemukan untuk melahirkan generasi yang mampu menguasai teknologi, kritis terhadap informasi, produktif dalam berkarya, sekaligus kokoh dalam nilai dan karakter.
Dengan semangat tersebut, mahasiswa baru STAI Senori Tuban diharapkan tidak hanya menjadi generasi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi generasi pencipta gagasan, penggerak perubahan, dan intelektual muda yang mampu menghadirkan kemanfaatan di tengah masyarakat.
Editor: Prayudianto