"Saya berkomitmen membawa GINSI Jawa Timur lebih adaptif terhadap dinamika kebijakan perdagangan internasional. GINSI harus menjadi rumah bersama yang mampu memberikan solusi nyata bagi para importir, bukan sekadar organisasi formal, termasuk importir daerah,” ujar Hana Belladina, Tuban, Senin (2/2/2026).
Untuk itu, salah satu program utama yang diusung Perempuan cantik asal Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban ini adalah peningkatan pemahaman seluruh anggota GINSI terkait aturan importasi. Program ini bertujuan agar para importir selalu mengikuti kebijakan terbaru dari Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya.
“Masih banyak anggota yang menghadapi kendala karena kurangnya informasi regulasi. Ke depan, kami akan rutin menggelar seminar dan workshop agar anggota tidak tertinggal aturan,” kata Bella yang pernah bersekolah di SDN Kutorejo 1 ini.
Selain itu, GINSI Jatim juga akan menyusun buku panduan dan e-book tata cara importasi yang dapat diakses seluruh anggota.
Tak hanya itu, perempuan yang telah menyelesaikan jenjang S2 Komunikasi di Universitas Dokter Sutomo (Unitomo) Surabaya ini juga menyatakan bahwa GINSI Jawa Timur bakal membuka layanan konsultasi regulasi importasi.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
