Layanan ini diharapkan dapat membantu anggota yang membutuhkan pendampingan lebih mendalam terkait perizinan dan kepatuhan aturan.
Program strategis berikutnya adalah memastikan kelancaran pengeluaran barang impor sekaligus menekan biaya importasi. Hana menilai efisiensi proses menjadi kunci daya saing pelaku usaha di tengah tekanan ekonomi global.
“Kami ingin membantu anggota agar proses pengeluaran barang lebih cepat dan biaya bisa ditekan. Importir harus efisien agar tetap bertahan,” ujar alumnus SMP N 1 Tuban ini.
Untuk itu, GINSI Jatim akan mengadakan pelatihan khusus pengelolaan pengeluaran barang impor.
Selain pelatihan, GINSI Jawa Timur juga akan membentuk tim kerja yang bertugas memantau dan memberikan solusi atas hambatan yang terjadi selama proses pengeluaran barang. Pemanfaatan teknologi seperti Electronic Data Interchange (EDI) turut didorong untuk mempercepat arus barang.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
