Sebagian warga terlihat berjaga di atas jembatan desa. Mereka berupaya membersihkan sampah dan ranting yang terbawa arus agar tidak menyumbat aliran sungai.
Tak hanya menggenangi jalan poros desa, luapan air juga masuk ke dalam rumah-rumah warga dan sebuah mushola. Tempat ibadah yang biasanya dipenuhi jamaah saat ramadan itu pun terendam air setinggi satu meter. Akibatnya, warga tidak dapat melaksanakan salat isya dan tarawih secara berjamaah.
Ketinggian air mencapai puncaknya sekitar satu meter pada pukul 18.00 WIB. Beruntung, beberapa jam kemudian air mulai berangsur surut.
Namun banjir meninggalkan lumpur dan sampah di dalam rumah dan mushola. Setelah debit air menurun, warga bergotong royong membersihkan mushola agar dapat segera difungsikan kembali untuk ibadah.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
