“waktu magrib. pas waktu magrib. tapi sebelum magrib itu sudah siap-siap. iya, waktu buka (puasa), iya, masuk rumah, ya musala, ya pokoknya setiap yang rendah-rendah itu pasti kena. soalnya dari sebelah utara sudah ada... ada yang bikin bendungan biar nggak kebanjiran gitu, jadi lambat airnya. jalannya lambat. masuk musala. menunggu bersihnya entar jam berapa nanti. satu meteran tadi,” ujar Arkan, warga.
Desa Sumurgung memang dikenal sebagai daerah langganan banjir. Setiap kali curah hujan tinggi mengguyur perbukitan kapur di sekitarnya, air kiriman dari hulu sering meluap dan merendam permukiman warga.
Warga berharap ada penanganan lebih lanjut untuk mengantisipasi banjir kiriman agar kejadian serupa tidak terus berulang, terutama di bulan suci Ramadan.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
