Harga arang kayu masih terbilang stabil, yaitu di kisaran empat ribu lima ratus rupiah per kilogram untuk penjualan ke agen. Selanjutnya arang dijual kembali secara eceran di pasar tradisional.
Meningkatnya permintaan arang kayu ini dipicu kebiasaan masyarakat yang memasak dan membakar daging kurban saat momen Idul Adha. Selain harganya murah, arang kayu asem dinilai lebih hemat dan membuat hasil bakaran lebih nikmat.
“ya alhamdulillah ada peningkatan yang cukup, ya lumayanlah. ada nyampe 50 sampai 60 persen peningkatan untuk tahun ini. untuk satu hari kita punya kemampuan produksi ya rata-rata 1,5 sampai 2 ton. nah untuk mendekati hari raya kita lakukan penambahan tungku untuk penambahan kapasitas produksi kita hampir, ya sekitar 7 sampai 1 ton penambahan per harinya.,” ujar Purna Irawan, pemilik produksi arang kayu.
Untuk memenuhi tingginya permintaan menjelang Idul Adha, produsen mengoptimalkan 14 tungku pembakaran yang dimiliki serta menambah tenaga kerja. Permintaan arang kayu diprediksi masih akan terus meningkat hingga perayaan idul adha usai.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
