Dalam audiensi dengan pihak perusahaan, warga menuntut perbaikan operasional tambang agar debu tak lagi menyerang pemukiman. Selain itu, warga juga menuntut kompensasi serta prioritas lapangan kerja bagi masyarakat local.
“mulanya, ini mas ya, saya berkoordinasi dengan pihak si mengenai istilahnya masuknya debu di area permukiman warga, mas ya. ini sudah berulang-ulang kali saya telepon, saya wa, ternyata entah direspons atau enggak, nyatanya debu masih berkeliaran, sampai warga setempat ini beraksi ke quary. tutup blok quarry,” ungkap Sugeng, warga setempat.
Sayangnya, audiensi belum membuahkan hasil. Perwakilan perusahaan belum bisa mengambil keputusan lantaran jajaran pimpinan sedang liburan.
Tuntutan warga akan disampaikan ke pimpinan dan audiensi susulan akan kembali digelar setelah ada keputusan resmi.
Penyampaian tersebutpun memicu kekecewaan warga. Warga mengancam jika tuntutanya tak dipenuhi mereka akan menggelar aksi lebih besar lagi. Hingga berita ini ditulis, pihak PT SIG belum memberikan keterangan resmi kepada awak media di Tuban.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
