Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Oleng Usai Tabrak Pejalan Kaki di Tuban, Pemuda Tewas Terjepit di Kolong Avanza
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Turun-temurun, Memandikan Bayi di Aliran Sungai Bengawan Solo

Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:21 WIB
  • author Pipit Wibawanto
Tradisi Turun-temurun, Memandikan Bayi di Aliran Sungai Bengawan Solo
Tradisi memandikan bayi di sungai Bengawan Solo (foto: iNews.id/pipit wibawanto)

TUBAN, iNews.id - Warga tepian sungai Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki tradisi unik adus nggawan. Setiap bayi berusia sebelum 2 tahun dimandikan air sungai yang dibeli seikhlasnya, dengan cara melemparkan uang koin. Ritual turun-temurun yang biasanya dilakukan sendiri-sendiri itu, digelar secara massal atau bersama-sama.

Pemandangan berbeda terlihat di jalan Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Sejumlah bayi berusia antara 7 bulan sampai 2 tahun diarak keliling kampung, diiringi tabuhan musik peralatan dapur.

Digendong sang ibu masing-masing, bayi-bayi lucu ini dibawa menuju tepian sungai Bengawan Solo, untuk mengikuti ritual adus nggawan atau mandi air sungai Bengawan Solo. Tradisi turun-temurun ini diikuti sebanyak 7 bayi, baik laki-laki maupun perempuan.
 
Ritual diawali dengan melarung 2 sesaji ke aliran sungai Bengawan Solo. Selanjutnya, satu-persatu bayi digendong ibunya menuju sesepuh desa, sambil memberikan uang koin seikhlasnya. Sambil mengucap doa, sesepuh desa melempar uang koin, lalu memandikan sang bayi dengan menggunakan air sungai.

Editor: Prayudianto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut