Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Tuban Berbagi Kebahagiaan Idul Adha, 6 Ekor Hewan Kurban untuk Warga dan Instansi
Advertisement . Scroll to see content

Organisasi Profesi Bidang Kesehatan Tuban Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Senin, 28 November 2022 | 19:58 WIB
  • author Royvi Novriansyah
Organisasi Profesi Bidang Kesehatan Tuban Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law
Organisasi Profesi bidang kesehatan se-Kabupaten Tuban melakukan aksi tolak Omnibus law. Foto : iNews/Siro

TUBAN, iNews.id - Organisasi Profesi bidang kesehatan se- Kabupaten Tuban menyatakan menolak Rancangan Undang-Undang Kesehatan Omnibus Law (RUU Kesehatan) karena dianggap dapat mengancam keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Adapun organisasi ini terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tuban, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PAGI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI). Menggelar konferensi pers sekaligus membubuhkan tanda tangan bersama sebagai tanda kesepakatan menolak di Sekretariat IDI Cabang Tuban di Ruko Merak, Senin (28/11/2022).

Mewakili seluruh peserta yang hadir, selaku Ketua IDI Cabang Tuban, Dokter A. Syaifuddin Zuhri membeberkan, pihaknya memiliki tiga tuntutan, yaitu menolak RUU Omnibus law kesehatan, menolak liberalisasi sistem kesehatan serta pelemahan Organisasi Profesi. Dan mendesak DPR RI untuk mengeluarkannya dari proyek prioritas.

"Karena pembahasannya dinilai tidak transparan dan cacat prosedural," ucapnya.

Kemudian Syaifuddin Zuhri mengatakan, terkait naskah akademik RUU yang saat ini beredar tidak ada yang mengakui jika hal itu  dikonsep maupun milik siapa.

"Dari pihak eksekutif menganggap bahwa itu adalah inisiatif dewan. Namun perwakilan dari organisasi di Jakarta serta bahkan dewan juga tidak mengakui milik mereka," sebutnya.

Editor: Prayudianto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut