Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hanguskan 41 Kios di Pasar Baru Tuban, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp200 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Intrik Bupati Terkuak, Madiun Jadi Rebutan, Perang Giyanti Ubah Peta Jawa

Rabu, 26 Februari 2025 | 09:10 WIB
  • author iNews.id
Intrik Bupati Terkuak, Madiun Jadi Rebutan, Perang Giyanti Ubah Peta Jawa
Perang Giyanti Ubah Peta Jawa: Madiun Jadi Rebutan, Intrik Bupati.

PERANG GIYANTI sangat mempengaruhi peta wilayah Keraton Yogyakarta, termasuk di Madiun. Pusat pemerintahan Kabupaten Madiun kala itu pindah dari Istana Wonosari ke Istana Kranggan.

Kondisi ini bermula dari penunjukan Raden Ronggo Prawirodirjo I sebagai Bupati Madiun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I pada akhir 1750-an.

Hal tersebut tidak lepas dari konteks politik Jawa setelah Perang Giyanti dan bertahtanya Sri Sultan HB I (1749-92). Pada periode awal itu, muncul masalah yang melibatkan Bupati Mangkudipuro dan Bupati Sawoo (Ponorogo).

Masalah itu bermula dari usaha pemboikotan yang dilakukan oleh kedua bupati atas kewajiban-kewajiban yang dikenakan oleh VOC. Tindakan kedua bupati tersebut mengharuskan mereka berhadapan dengan Sri Sultan HB I.

Sebab, usai Perjanjian Giyanti, Madiun merupakan bagian wilayah Kesultanan Yogyakarta, dikutip dari buku "Benteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Riwayat Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun sekitar 1779 - 1810".

Editor: Prayudianto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut