Soundtoloyo, Sebuah Pertunjukan Seni Kolaborasi Budaya Jepang – Indonesia
Dimainkan dengan cara dipetik, Toyol membawakan musik dengan bersila dan bercerita selayaknya dalang. Interval Fret buatan Toyol sejajar dengan ujung kepala manusia, mata, telinga, hidung dan mulut dengan nada stream open. Panjang alat musik tersebut sejajar dengan posisi duduk bersila.
“Ritual upacara teh dibuat seolah kita sedang mengadakan tahlilan, kami berdoa untuk Sen-no Rikyu, seorang pahlawan dari Jepang yang sosoknya menyerukan kesetaran antar manusia melalui teh.” Ujar Toyol yang bernama asli Khafid Fadli.
Kolaborasi dua budaya dalam berdoa ini menghadirkan sentuhan unik dan sakral dalam penampilan Sakana-Kani. Toyol menyampaikan, pandangan politik Sen-no Rikyu membuat dirinya menjadi bidikan penguasa Jepang pada saat itu, yang memaksa dirinya untuk melakukan Seppu (bunuh diri) untuk melindungi anak buahnya.

Sakana - Kani menginternalisasikan filosofi tersebut melalui tatanan panggung yang sejajar dengan penonton untuk menyampaikan pesan kesetaraan antar manusia. Bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang setara dalam mengekspresikan pandangan politiknya.
Keunikan lain dari kolaborasi Jepang – Indonesia ini adalah mitologi yang mendasari perjalanan seni mereka. Dalam bahasa Jepang, Sakana artinya Ikan, Kani bermakna Kepiting.
Dalam budaya Jawa, seseorang yang lahir pada tanggal 15 dikaitkan dengan unsur air yang berarti, kebebasan dan intuisi. Toyol yang lahir pada tanggal 15 merepresentasikan Sakana (Ikan).
Yukari Ono, yang lahir dengan zodiac Cancer dengan lambang kepiting berlaku sebagai Kani yang menjadi keseimbangan antara tradisi dan eksplorasi.
Editor : Prayudianto