get app
inews
Aa Text
Read Next : Kakemenag Jatim Serahkan Izin Operasional (IJOP) MI BAS International Islamic School Tuban

Petani Tuban Lestarikan Tradisi Wiwitan Jelang Panen Padi

Selasa, 06 Januari 2026 | 08:20 WIB
header img
Petani saat meletakkan ayam panggam dan sesajen lainnya di sebuah pundung, dipinggiran tanaman padi yang menghampar hijau.

TUBAN, iNewsTuban.id - Menjelang masa panen, warga Kabupaten Tuban rutin menggelar tradisi wiwitan. Sebuah tradisi tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi yang diharapkan melimpah. 

Dalam tradisi ini, warga memasak ayam panggang utuh, nasi bucu atau tumpeng, serta sesajen yang dipersembahkan kepada Dewi Sri, Dewi kesuburan dalam kepercayaan Jawa.

 

 

Menjelang masa panen padi, masyarakat di Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, masih setia menjaga tradisi leluhur yang dikenal dengan nama Wiwitan.

Tradisi ini menjadi simbol doa dan harapan para petani agar hasil panen padi nantinya melimpah dan berkah. Seperti yang dilakukan oleh Tumiyati (50) bersama suaminya Rustam (57).

Sejak dini hari, Rustam sudah mulai menyiapkan ayam panggang utuh, nasi yang dibentuk menyerupai gunung atau tumpeng, aneka sayuran urap/ serta berbagai sesajen lainya.

 

Seluruh perlengkapan ini kemudian dibawa menuju sawah untuk melaksanakan ritual Wiwitan. Di sawah, lokasi pelaksanaan Wiwitan tidak dipilih sembarangan. Pemilik sawah akan menentukan titik khusus di ujung ladang yang biasa disebut pundung.

Di tempat inilah prosesi Wiwitan dilaksanakan. Oleh para petani, ayam panggang kemudian dipotong pada bagian kepala, sayap dan ceker.

 

 

Potongan ayam tersebut ditata di atas Pundung bersama pucuk nasi dan sesajen. Selanjutnya, warga menggelar doa bersama sebelum akhirnya makanan dibagikan dan dimakan bersama.

Menurut Nanda Dwi (22) anak dari pasangan Rustam dan Tumiyati, tradisi Wiwitan sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Temayang setiap menjelang masa panen padi.

 

Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan berkah hasil panen.

“tadi buat panggang ayam sama nasi tumpeng, mas. nasi tumpeng itu nasi yang berbentuk kayak gunung gitu, dikasih urap-urapan sama dikasih ada sajennya gitu. rencananya untuk wiwitan, mas. wiwitan itu kayak tradisi jawa di sawah buat panen padi, kalau mau panen padi gitu.  prosesnya tadi itu untuk panggang ayam sama sajen-sajennya itu nanti dibawa ke sawah, lalu didoakan sama tetangga gitu, mas, tetangga sawah gitu. iya, setiap tahun. biar panennya itu melimpah dan sebagai rasa syukur gitu, mas. iya, iya gitu sih mas tradisinya seperti itu,” ungkap Nanda Dwi, warga Desa Temayang.

 

 

Tak hanya di Desa Temayang, tradisi Wiwitan juga masih banyak ditemui di sejumlah desa lain di Kabupaten Tuban.

Meski dikemas dengan cara yang berbeda-beda, makna Wiwitan tetap sama, yaitu menjaga tradisi leluhur sekaligus mensyukuri hasil bumi yang dianugerahkan
 

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut